> >

NATO Pecah akibat Ulah AS Ingin Kirim Senjata Terlarang Bom Tandan untuk Ukraina

Kompas dunia | 10 Juli 2023, 08:17 WIB
Presiden AS, Joe Biden saat berbicara di Gedung Putin pada 12 Agustus 2022. (Sumber: AP Photo/Evan Vucci)

WASHINGTON, KOMPAS.TV - NATO terpecah setelah ulah Amerika Serikat (AS) yang ingin kirim bom klaster atau munisi tandan untuk Ukraina.

Presiden AS, Joe Biden mengeluarkan keputusan mengejutkan untuk mengirim bom klaster untuk Ukraina.

Pihak AS berpendapat penting bagi mereka untuk memberikan Ukraina bom kluster, karena amunisi mereka menipis.

Bom klaster atau bom tandan itu dikenal sangat berbahaya dan dilarang digunakan oleh lebih dari 120 negara yang sudah menandarangani perjanjian anti-bom kluster.

Baca Juga: Sniper Ukraina Tembak Mati Komandan Rusia dari Jarak 1,7 Km, Terjauh dalam Perang Ukraina

Bom klaster biasanya melepaskan banyak bom kecil yang dapat membunuh tanpa pandang bulu di area yang luas.

Bom yang tak meledak dapat bertahan di tanah selama bertahun-tahun sebelum meledak.

Langkah itu pun membuat sekutu AS di NATO menentang keras rencana tersebut.

Dikutip dari BBC, anggota NATO, Selandia Baru pada Minggu (9/7/2023), menegaskan bom klaster akan menyebakan dampak besar bagi orang tak bersalah.

Anggota NATO lainnya, Kanada dan Spanyol juga menambnhkan tentangan terhadap rencana Biden.

Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti

Sumber : BBC


TERBARU