> >

Ratu Elizabeth II Tenyata Hadapi Ancaman Pembunuhan saat Kunjung AS Pada 1983

Kompas dunia | 26 Mei 2023, 08:44 WIB
Ratu Elizabeth II dan suaminya, Pangeran Philip melambaikan tangan saat menghadiri parade pacuan kuda di Ascot, Inggris, 16 Juni 2011. (Sumber: Alastair Grant/Associated Press)

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Mantan pemimpin monarki Inggris, Ratu Elizabeth II ternyata menghadapi ancaman pembunuhan saat mengunjungi Amerika Serikat (AS) pada 1983.

Hal itu terungkap pada rilis dokumen FBI yang baru-baru ini diluncurkan.

FBI telah merilis dokumen yang berkaitan dengan perjalanan mendiang Ratu Inggris ke AS, setelah kematiannya tahun lalu.

Dokumen itu menunjukkan bagaimana FBI, yang membantu mengamakan Ratu Elizabeth II selama kunjungannya, mengkhawatirkan ancaman IRA (Irish Republican Army).

Baca Juga: Anak Umur 11 Tahun Ditembak Polisi AS, Keluarga Marah Tuntut Petugas Dipecat

IRA merupakan paramiliter Irlandia Utara yang bertujuan mengakhiri kepemimpinan Inggris di wilayah tersebut.

Ancaman pembunuhan tersebut diungkapkan kepada seorang petugas kepolisian di San Francisco.

Dikutip dari BBC, Jumat (26/5/2023), menurut dokumen tersebut seorang polisi kerap mendatangi bar Irlandia di San Francisco memperingatkan agen federal mengenai perkataan seseroang yang ia temui di sana.

Polisi itu mengatakan seorang pria berkata kepadanya bahwa ia ingin membalas dendam atas kematian putrinya.

Pria tersebut mengungkapkan putrinya telah terbunuh di Irlandia Utara oleh sebuah peluru karet.

Ancaman itu muncul pada 4 Februari 1983, atau selang sebulan menjelang kedatangan Ratu Elizabeth II dan suaminya, Pangeran Philip di California.

Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada

Sumber : BBC


TERBARU