> >

AS Ngotot Tak Mau China Jadi Mediator Rusia-Ukraina: Mereka Tak Mungkin Imparsial

Krisis rusia ukraina | 22 Maret 2023, 21:00 WIB
Arsip. Xi Jinping saat disumpah sebagai Presiden China, Jumat (10/3/2023). Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), John Kirby menegaskan bahwa China tidak bisa menjadi mediator pendamai Rusia-Ukraina. Kirby menyebut pemerintahan Xi Jinping tidak akan bisa berlaku imparsial jika menjadi mediator. (Sumber: AP Photo/Mark Schiefelbein)

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), John Kirby menegaskan bahwa China tidak bisa menjadi mediator pendamai Rusia-Ukraina. Kirby menyebut pemerintahan Xi Jinping tidak akan bisa berlaku imparsial jika menjadi mediator.

China sendiri telah menyodorkan proposal perdamaian untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Ketika Xi Jinping mengunjungi Moskow pekan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku menyambut proposal tersebut.

"Saya kira Anda tidak bisa secara waras melihat China imparsial dari sisi mana pun," kata Kirby dikutip The Guardian, Selasa (22/3/2023).

Baca Juga: Tentara Bayaran Rusia Dituduh Bantai Penambang China di Republik Afrika Tengah

Kirby menekankan sikap China yang enggan menyalahkan Rusia atas invasi ke Ukraina. Ia juga mengkritik tindakan Beijing yang terus mengimpor minyak Rusia kendati Moskow dihujani sanksi Barat.

Menurut Kirby, China selama ini "terus membeo propaganda Rusia." Sejak invasi, Beijing cenderung menyalahkan Barat sebagai pihak yang memicu Putin meluncurkan invasi.

Sementara itu, di pihak Ukraina, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengaku menyambut proposal damai, tetapi menekankan perdamaian hanya bisa terjadi jika Rusia hengkang dari Ukraina, termasuk dari Krimea, Donetsk, dan Luhansk.

Xi Jinping sendiri menekankan bahwa pihaknya selalu mengambil pendekatan "objektif" dan "imparsial" dalam menghadapi perang Rusia-Ukraina. Xi juga menekankan bahwa ia dan Putin telah "membangun hubungan dekat dan komunikasi strategis."

Xi Jinping diketahui mengunjungi Moskow pada Senin (20/3) hingga Rabu (22/3). Perang Rusia-Ukraina menjadi salah satu pokok bahasan dalam pertemuan Xi Jinping dengan Putin.

Berbagai pihak menilai Xi Jinping berupaya memainkan peran sebagai juru damai dunia dengan proposal perdamaian Rusia-Ukraina. Sebelumnya, Beijing berhasil memediasi pemulihan hubungan Arab Saudi-Iran, sesuatu yang dipandang menjadi bukti melemahnya pengaruh global AS.

Baca Juga: ICC Dapat Tambahan Dana Rp75 Miliar untuk Usut Kejahatan Perang Rusia, Bisakah Tangkap Putin?

 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : The Guardian


TERBARU