> >

Junta Militer Myanmar Kerja Sama dengan Rusia untuk Nuklir, Diyakini Bakal Dijadikan Senjata

Kompas dunia | 9 Februari 2023, 16:32 WIB
Pemimpin junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing (kedua dari kiri) saat pembukaan Pusat Informasi dan Teknologi, Senin (6/2/2023). (Sumber: Militer Myanmar Via Radio Free Asia)

NAYPYIDAW, KOMPAS.TV - Junta militer Myanmar melakukan kerja sama dengan Rusia untuk teknologi  nuklir.

Junta militer negara tersebut dilaporkan telah membangun Pusat Informasi dan Teknologi Nuklir, bekerja sama dengan Badan Nuklir Rusia, Rosatom.

Upacara pembukaan Pusat Informasi dan Teknologi Nuklir, Senin (6/2/2023) di Yangon dihadiri pemimpin Junta Militer, Min Aung Hlaing.

Pembukaan pusat informasi tersebut mengikuti perjanjian yang ditandatangani pada September antara junta militer dan Rosatom, untuk kerja sama untuk bersama menilai pembangunan reaktor kecil di Myanmar.

Baca Juga: Ini Warga Australia Pertama yang Jadi Korban Tewas Gempa Turki, Disebut Pria Terbaik di Dunia

Hal itu disebut para pengamat sebagai mimpi jangka panjang dari junta militer Myanmar untuk memiliki senjata nuklir.

Junta militer Myanmar mengumumkan bakal menggunakan energi nuklir untuk kepentingan rakyat.

Namun, pihak oposisi dan analis militer mengungkapkan kekhawatiran bahwa teknologi ini akan dimanfaatkan secara militer, mengingat konflik bersenjata di Myanmar masih berlangsung.

Selain itu penentangan rakyat atas rezim junta militer Myanmar setelah kudeta Februari 2021 terus meluas.

Kecurigaan bakal dibuatnya senjata nuklir pun semakin tinggi.

Penulis : Haryo Jati Editor : Purwanto

Sumber : Radio Free Asia


TERBARU