> >

Jerman Tolak Kirim Jet ke Ukraina, Wakil Kanselir: Langkah Itu Mungkin Terlalu Jauh

Krisis rusia ukraina | 2 Februari 2023, 01:05 WIB
Ilustrasi. Para petugas tanggap darurat membersihkan reruntuhan setelah sebuah roket Rusia menghantam sebuah gedung yang menyebabkan banyak orang tertimbun di Dnipro, kota di bagian tenggara Ukraina, pada Sabtu, 14 Januari 2023. Wakil Kanselir Jerman Robert Habeck menyampaikan penolakan atas usul membantu Ukraina dengan jet tempur. (Sumber: AP Photo/Evgeniy Maloletka)

BERLIN, KOMPAS.TV - Wakil Kanselir Jerman Robert Habeck menyampaikan penolakan atas usul membantu Ukraina dengan jet tempur. Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Ekonomi Jerman itu menyebut pengiriman jet ke Kiev mungkin langkah terlalu jauh.

Ukraina sejak lama menginginkan sekutu NATO mengirimkan jet tempur canggih untuk mengimbangi superioritas pasukan udara Rusia. Namun, negara-negara Barat cenderung hati-hati menyikapi permintaan itu karena khawatir terseret perang langsung lawan Rusia.

Baca Juga: Dubes Rusia untuk Indonesia: Ukraina Hanyalah Boneka Negara-Negara Barat

Habeck sendiri merupakan salah satu pendukung awal pengiriman tank Leopard 2 ke Ukraina. Namun, mengenai jet tempur, komentar Habeck senada dengan Kanselir Olaf Scholz yang cenderung menolak.

"Terdapat perbedaan antara (bantuan) tank tempur dan jet tempur," kata Habeck dikutip The Guardian, Rabu (1/2/2023).

Sementara itu, Duta Besar Ukraina untuk Jerman Oleksiy Makeiev menyebut belum ada permintaan resmi dari Kiev mengenai jet tempur. Belum ada permintaan resmi kendati berbagai pejabat di pemerintahan Volodymyr Zelenskyy telah menyuarakan kebutuhan akan pesawat tempur.

"Kami belum mengirimkan permintaan apa pun ke Jerman mengenai jet tempur," kata Makeiev.

Sebelumnya, Olaf Scholz menyatakan bahwa bantuan pesawat tempur sama sekali tidak dibahas di Berlin. Sikap Scholz sama dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang menegaskan pihaknya tidak akan mengirim jet tempur.

"Saya hanya bisa menyarankan jangan sampai memasuki suatu kompetisi untuk mengalahkan yang lain tentang (bantuan) sistem persenjataan," kata Scholz kepada Tagesspiegel via Politico, Minggu (29/1).

Baca Juga: Prancis dan Belanda Tidak Tutup Kemungkinan Kirim Jet Tempur ke Ukraina, Namun Belum ada Permintaan

 

 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU