> >

Waduh, Twitter Digugat Karena Dianggap Gagal Bayar Sewa Gedung Kantor Pusat di San Francisco

Kompas dunia | 24 Januari 2023, 16:35 WIB
Pemilik gedung kantor pusat Twitter di San Francisco hari Selasa, (24/1/2023) menggugat Twitter karena dianggap gagal bayar sewa kantor bulan Desember 2022, seperti gugatan yang diajukan pemilik gedung (Sumber: New York Times)

SAN FRANCISCO, KOMPAS.TV – Pemilik gedung kantor pusat Twitter di San Francisco hari Selasa (24/1/2023) menggugat Twitter karena dianggap gagal bayar sewa kantor bulan Desember 2022, seperti gugatan yang diajukan pemilik gedung yang dilaporkan Bloomberg, Selasa (24/1/2023).

Perusahaan media sosial itu gagal membayar sewa Desember sebesar US$3,36 juta atau sekitar Rp50,1 miliar (Kurs 1=Rp14.940) untuk kantornya di 1355 Market Street dan US$3,42 juta atau sekitar Rp51 miliar untuk sewa Januari 2023, kata Sri Nine Market Square LLC, pemilik gedung dalam gugatan yang diajukan Senin, (23/1/2023) di kantor pengadilan negara bagian California.

Sejak mengambil alih Twitter, Elon Musk sang pemilik Twitter memangkas biaya secara besar-besaran. Dia memecat separuh staf, tidak membayar sewa di kantor perusahaan lain di seluruh dunia dan menolak membayar beberapa tagihan yang belum dibayar, seperti sewa jet.

Langkah-langkah itu dilakukan saat Musk menghadapi pembayaran pertamanya atas utang US$12,5 miliar yang dia ambil untuk mengakuisisi Twitter.

Gugatan itu juga datang saat Musk maju sebagai saksi dalam persidangan penipuan sekuritas di San Francisco di mana dia membela tweetnya yang menyebut akan membuat Tesla menjadi perusahaan pribadi. Dia akan kembali pada hari Selasa untuk menyelesaikan kesaksiannya.

Baca Juga: Elon Musk Tawarkan Paket Berlangganan Bebas Iklan di Twitter, tapi Harganya Lebih Mahal

Pemilik gedung kantor pusat Twitter di San Francisco hari Selasa, (24/1/2023) menggugat Twitter karena dianggap gagal bayar sewa kantor bulan Desember 2022. (Sumber: Ariana News)

Twitter menyewa lebih dari 460.000 kaki persegi ruang di delapan lantai gedung San Francisco, menurut pengaduan tersebut.

Sri Nine Market Square memegang letter of credit sebesar US$3,6 juta sebagai jaminan, dimana Twitter wajib meningkatkannya menjadi US$10 juta jika ada pengalihan kendali, yang terjadi saat Musk membeli perusahaan tersebut pada bulan Oktober seharga US$44 miliar.

Twitter berargumen tidak perlu meningkatkan batas kredit, menurut pengaduan.

Sri Nine mengatakan pihaknya memanfaatkan jalur kredit yang ada untuk menutupi sewa Desember sebesar US$3,36 juta dan sebagian dari sewa Januari, menyisakan saldo jalur kredit sebesar US$1.

Sri Nine berusaha untuk memulihkan sewa yang belum dibayar dan pernyataan pengadilan bahwa Twitter melanggar sewa karena gagal meningkatkan batas kredit menjadi US$10 juta.

Twitter, yang telah membubarkan departemen hubungan masyarakatnya, tidak menanggapi permintaan komentar.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV/Bloomberg


TERBARU