> >

Indonesia Terus Dorong Komunikasi Intensif untuk Atasi Krisis Myanmar

Kompas dunia | 20 Januari 2023, 05:15 WIB
Dirjen Kerja Sama ASEAN Sidharto R Suryodipuro (kiri) didampingi Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah (kanan). Pemerintah Indonesia tetap pada kebijakan untuk terus mendorong dan memfasilitasi komunikasi intensif semua pemangku kepentingan selama KTT ASEAN tahun ini untuk mengakhiri krisis politik. (Sumber: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah Indonesia tetap pada kebijakan untuk terus mendorong dan memfasilitasi komunikasi intensif semua pemangku kepentingan selama KTT ASEAN tahun ini untuk mengakhiri krisis politik yang berlangsung di Myanmar.

“Yang patut digarisbawahi adalah bagaimana cara Indonesia berperan membantu Myanmar keluar dari krisis politik yang dihadapi. Ini adalah urusan Myanmar,” kata Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Sidharto R. Suryodipuro dalam sesi pengarahan pers di Jakarta, Kamis (19/1/2023).

Indonesia menunjuk utusan khusus untuk melakukan diplomasi, komunikasi dan pendekatan dengan semua pihak guna mencapai solusi atas permasalahan yang terjadi di Myanmar, kata Sidharto.

“Indonesia akan membantu, termasuk mendorong dan memfasilitasi dialog intensif berupa komunikasi dengan semua pihak mencari titik temu,” kata dia.

Sidharto menegaskan upaya penyelesaian krisis Myanmar menjadi sangat penting, bukan hanya karena Indonesia mendapat tanggung jawab dalam keketuaan ASEAN tahun ini, tetapi juga karena Myanmar bagian dari kawasan Asia Tenggara. 

Oleh sebab itu, konflik Myanmar secara tidak langsung juga dinilai akan mempengaruhi stabilitas dan kemakmuran kawasan ASEAN, kata Sidharto.

Pemimpin ASEAN dan pemimpin militer Myanmar bulan April 2021 menyepakati Konsensus Lima Poin sebagai respons krisis politik yang dipicu kudeta yang dilancarkan junta kepada pemerintah terpilih negara itu.

Baca Juga: Jokowi Ungkap Kesamaan Pandangan Indonesia-Malaysia Terkait ASEAN dan Masalah Myanmar

Menteri Luar Negeri ASEAN menyampaikan keprihatinan dan kekecewaan karena belum ada kemajuan berarti dalam kesepakatan damai konsensus lima poin ASEAN di Myanmar, sementata kekerasan meningkat (Sumber: Straits Times)

Konsensus itu menyerukan penghentian kekerasan, dialog dengan semua pemangku kepentingan, menunjuk utusan khusus untuk memfasilitasi mediasi dan dialog, mengizinkan ASEAN memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Myanmar.

Selain itu juga mengizinkan utusan khusus ASEAN bertemu pemangku kepentingan di Myanmar. Namun, hingga saat ini, belum ada kemajuan dalam implementasi konsensus tersebut. 

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV/Antara


TERBARU