> >

Bolsonaro Tak Mau Disalahkan atas Penyerbuan Istana Presiden Brasil: Saya Selalu Hormati Demokrasi

Kompas dunia | 9 Januari 2023, 16:33 WIB
Ilustrasi. Mantan presiden Brasil Jair Bolsonaro dan rombongan saat tiba di Kremlin, Moskow. Jair Bolsonaro menolak disalahkan atas peristiwa penyerbuan istana kepresidenan Brasil di Brasilia, Minggu (8/1/2023) kemarin. (Sumber: Maxim Shemetov/Pool Reuters via Associated Press)

BRASILIA, KOMPAS.TV - Mantan presiden Brasil, Jair Bolsonaro menolak disalahkan atas peristiwa penyerbuan istana kepresidenan Brasil di Brasilia, Minggu (8/1/2023) kemarin. Massa pendukung Bolsonaro merangsek masuk gedung istana presiden, mahkamah agung, dan kongres sebelum dibubarkan polisi.

Presiden Brasil yang mengalahkan Bolsonaro di pemilu, Luiz Inacio Lula da Silva menyalahkan Bolsonaro atas kekacauan ini. Sang presiden menyebut massa penyerbu sebagai "neo-fasis" dan berjanji mereka akan dihukum.

Baca Juga: Polisi dan Intel Pro-Bolsonaro Diduga Biarkan Istana Presiden Diserbu, Lula Janji Tindak Tegas

Bolsonaro, hengkang ke Florida, Amerika Serikat (AS) sebelum pelantikan Lula, turut menanggap insiden penyerbuan istana presiden melalui media sosialnya. Ia mengakui bahwa penyerbuan gedung pemerintah melampaui batas, tetapi sekaligus membela diri dengan mengaku selalu menghormati konstitusi.

"Demonstrasi damai, sesuai hukum, adalah bagian dari demokrasi. Namun, pemusnahan dan serangan gedung publik seperti yang terjadi hari ini, juga yang dilakukan kaum kiri pada 2013 dan 2017, adalah pengecualian," kata Bolsonaro dikutip The Guardian.

Bolsonaro pun enggan mengutuk tindakan massa yang menyerbu gedung pemerintah. Ia pun balik menyerang Lula yang menuduhnya turut bertanggung jawab.

"Selama masa jabatan saya, saya selalu mematuhi empat batas konstitusi, menghormati dan melindungi hukum, demokrasi, transparansi, dan kemerdekaan kita yang suci. Sebagai tambahan, saya menolak tuduhan tak berdasar yang diarahkan ke saya oleh kepala eksektutif Brasil saat ini," kata Bolsonaro.

Ribuan pendukung Bolsonaro menolak mengakui hasil pemilu yang dimenangkan tipis oleh Lula pada Oktober 2022 lalu. Massa pro-Bolsonaro kemudian berdemonstrasi di markas tentara meminta kudeta militer.

Sebelum penyerbuan ke istana Brasilia terjadi, pengamat telah memperingatkan bahwa simpatisan Bolsonaro bisa melakukan penyerbuan Capitol AS versi mereka sendiri. Sebagaimana Donald Trump, sekutu politik Bolsonaro yang pendukungnya menyerbu gedung pemerintah usai kemenangan Joe Biden, mantan presiden Brasil itu berulangkali melontarkan retorika yang meremehkan sistem elektoral Brasil.

Baca Juga: Presiden Brasil Lula Umumkan Intervensi Keamanan Federal, Janjikan Hukuman Keras bagi Perusuh

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Purwanto

Sumber : The Guardian


TERBARU