> >

Komet Langka Melintas Dekat Bumi Pada 1 Februari 2023, Terakhir 50.000 Tahun Lalu Zaman Neanderthal

Kompas dunia | 8 Januari 2023, 02:19 WIB
Sebuah komet yang baru ditemukan dapat terlihat dengan mata telanjang saat melewati Bumi dan Matahari beberapa minggu mendatang, terakhir 50.000 tahun lalu, kata para astronom (Sumber: Virtual Telescope Project - Europe)

PARIS, KOMPAS.TV - Sebuah komet yang baru ditemukan dapat terlihat dengan mata telanjang saat melesat melewati Bumi dan Matahari dalam beberapa minggu mendatang. Komet ini dapat dilihat untuk pertama kalinya dalam 50.000 tahun, kata para astronom seperti laporan Straits Times, Sabtu (7/1/2023).

Komet itu disebut C/2022 E3 (ZTF), dinamakan berdasarkan nama pusat antariksa Zwicky Transient Facility, yang pertama kali melihatnya melewati Jupiter pada Maret 2022.

C/2022 E3 (ZTF) adalah komet periode panjang yang ditemukan oleh Zwicky Transient Facility pada 2 Maret 2022.

Komet akan mencapai perihelionnya pada 12 Januari 2023 pada jarak 1,11 AU (166 juta km) dan pendekatan terdekat ke Bumi pada 1 Februari 2023 pada jarak 0,28 AU (42 juta km).

Komet tersebut diharapkan menjadi lebih terang dari magnitudo 6 dan dengan demikian dapat terlihat dengan mata telanjang.

Setelah melakukan perjalanan dari lintasan es tata surya kita, ia akan datang paling dekat ke Matahari pada 12 Januari dan melewati terdekat ke Bumi pada 1 Februari.

Baca Juga: Catat Waktunya, 6 Hujan Meteor dan 1 Komet Melintas selama 2 Pekan ke Depan

Sebuah komet yang baru ditemukan dapat terlihat dengan mata telanjang saat melesat melewati Bumi dan Matahari dalam beberapa minggu mendatang untuk pertama kalinya dalam 50.000 tahun. Komet itu disebut C/2022 E3 (ZTF) (Sumber: Bautsch/Wikipedia)

Ini akan mudah dikenali dengan teropong yang bagus dan bahkan mungkin dengan mata telanjang, asalkan langit tidak terlalu diterangi oleh lampu kota atau bulan.

"Komet itu akan menjadi paling terang ketika paling dekat dengan Bumi," kata Dr Thomas Prince, seorang profesor fisika di Institut Teknologi California, yang bekerja di Zwicky Transient Facility.

Terbuat dari es dan debu serta memancarkan aura kehijauan, komet tersebut diperkirakan punya diameter sekitar satu kilometer, kata Dr Nicolas Biver, astrofisikawan di Observatorium Paris.

Itu membuatnya jauh lebih kecil daripada Neowise, komet terakhir yang terlihat dengan mata telanjang, yang melewati Bumi pada Maret 2020, dan Hale-Bopp, yang melintas pada 1997 dengan diameter sekitar 60 km yang berpotensi membawa kiamat di bumi.

Tapi kunjungan terbaru akan datang lebih dekat ke Bumi. "Mungkin mengungkap fakta bahwa itu tidak terlalu besar," kata Dr Biver.

Sementara komet tersebut paling terang saat melewati Bumi pada awal Februari, bulan purnama dapat mempersulit pengamatan.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Straits Times/Virtual Telescope Project


TERBARU