> >

Menteri Kontroversial Israel Sambangi Kompleks Al-Aqsa, Mengaku Tak Takut Ancaman Hamas

Kompas dunia | 3 Januari 2023, 16:35 WIB
Ilustrasi. Jemaah berkumpul di dekat Kubah Sakhrah di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem untuk menunaikan salat Jumat, 1 April 2022. Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir nekat menyambangi kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada Selasa (3/1/2023). (Sumber: Mahmoud Illean/Associated Press)

YERUSALEM, KOMPAS.TV - Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir nekat menyambangi kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada Selasa (3/1/2023). Politikus ultranasionalis Israel itu tetap menyambangi kompleks tersebut kendati menuai kontroversi di pihak Palestina.

Associated Press melaporkan, Ben-Gvir dikawal pasukan polisi berjumlah besar saat memasuki kompleks Al-Aqsa. Pemimpin partai ekstrem kanan Israel ini mengunjungi situs Bukit Bait Suci yang sekompleks dengan Al-Aqsa.

Sejak lama, Ben-Gvir menuntut akses lebih besar untuk umat Yahudi beribadah di Bukit Bait Suci. Namun, tuntutan ini kontroversial karena dianggap Palestina sebagai premis Israel menguasai kompleks Al-Aqsa sepenuhnya.

Baca Juga: Laporan Internal: Facebook dan Instagram Langgar Hak Warga Palestina, Tagar Al Aqsa Disembunyikan

Kebanyakan rabbi Yahudi melarang umat beribadah di situs itu. Namun, beberapa tahun belakangan, gerakan mendukung ibadah lebih besar di Bukit Bait Suci menguat.

Situs tersebut kerap menjadi titik bentrok antara warga Palestina dengan pasukan Israel. Terkini, bentrokan pecah pada April 2022 lalu.

Kata Ben-Gvir, ketika ia menyatakan ingin mengunjungi kompleks Al-Aqsa awal pekan ini, Hamas mengirim ancaman. Namun, Ben-Gvri mengakut tak takut ancaman Hamas.

Melalui akun Twitter-nya, Ben-Gvir menyebut situs itu "terbuka bagi semua dan jika Hamas berpikir ancaman akan menghalangi saya, mereka harus mengerti bahwa dunia telah berubah."

Sementara itu, juru bicara Hamas, Hazem Qassem menyebut kunjungan Ben-Gvir ke kompleks Al-Aqsa adalah "agresi." Ben-Gvir sendiri dikenal kerap melontarkan ujaran penghasutan ke Palestina sebelum ditunjuk Benjamin Netanyahu menjadi menteri.

"Ini adalah kelanjutan dari agresi pendudukan Zionis ke tempat suci kami dan perang atas identitas Arab. Rakyat Palestina kami akan terus mempertahankan tempat suci dan masjid Al-Aqsa," kata Qassem.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Associated Press


TERBARU