> >

Pemerintah China Longgarkan Pembatasan Ketat Covid-19 Usai Protes Rakyat yang Meluas

Kompas dunia | 28 November 2022, 23:51 WIB
Pemerintah China hari Senin (28/11/2022) melonggarkan aturan pembatasan Covid-19 namun tetap menegaskan strategi nol-Covid 19 mereka setelah protes yang meluas di berbagai kota atas kerasnya aturan penguncian. (Sumber: AP Photo/Andy Wong)

Baca Juga: Kisah Pekerja Pesan Antar Bermotor di China saat Lockdown Covid: Lelah Jiwa Raga, Pulang Tidak Bisa

Malang tak dapat ditikung, mujur tak dapat dicegat, itulah nasib pengemudi pengantar bermotor di China di tengah maraknya penguncian Covid-19. (Sumber: France24)

Protes menyebar ke setidaknya delapan kota besar.

Sebagian besar pengunjuk rasa mengeluh tentang pembatasan yang berlebihan, tetapi beberapa mengalihkan kemarahan mereka pada Xi Jinping, pemimpin paling kuat China setidaknya sejak 1980-an.

Dalam sebuah video yang diverifikasi oleh The Associated Press, massa di Shanghai pada hari Sabtu meneriakkan, "Xi Jinping! Mundur! PKC! Mundur!"

Beberapa jam setelah polisi membubarkan demonstrasi, orang-orang kembali ke tempat yang sama pada hari Minggu untuk melakukan protes lagi.

Puluhan orang ditahan dalam penyisiran polisi dan dibawa pergi dengan mobil polisi dan bus, meskipun jumlah pastinya tidak jelas.

Dalam satu penyisiran yang disaksikan oleh seorang jurnalis AP, petugas menyerang dan menjegal para pengamat di persimpangan dekat tempat protes sebelumnya terjadi, meskipun para pengamat tidak meneriakkan atau mengungkapkan perbedaan pendapat dengan cara apa pun yang terlihat.

BBC mengatakan salah satu reporternya dipukuli, ditendang, diborgol dan ditahan selama beberapa jam oleh polisi Shanghai tetapi kemudian dibebaskan.

BBC mengkritik apa yang dikatakan sebagai penjelasan otoritas China bahwa reporternya ditahan untuk mencegahnya tertular virus corona dari kerumunan.

Baca Juga: Pemerintah China Mulai Sensor Media Buntut Maraknya Protes Kebijakan Penguncian Covid-19

China terpantau mulai melakukan sensor untuk memadamkan tanda-tanda protes langka yang menuntut diakhirinya penguncian atau lockdown Covid-19. (Sumber: AP Photo)

"Kami tidak menganggap ini sebagai penjelasan yang kredibel," kata penyiar itu dalam sebuah pernyataan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, mengatakan reporter BBC itu gagal mengidentifikasi dirinya dan "tidak secara sukarela menunjukkan" surat izin persnya.

"Jurnalis asing perlu secara sadar mengikuti hukum dan peraturan China," kata Zhao.

Penyiar Swiss RTS mengatakan korespondennya dan seorang juru kamera ditahan saat melakukan siaran langsung tetapi dibebaskan beberapa menit kemudian.

Seorang jurnalis untuk The Associated Press ditahan tetapi kemudian dibebaskan.

Saksi mata memberi tahu AP tentang protes yang terjadi di Guangzhou dan di Chengdu di barat daya.

Video yang mengatakan difilmkan di Nanjing, Chongqing dan kota-kota lain, menunjukkan pengunjuk rasa bergumul dengan polisi dalam pakaian pelindung putih atau membongkar barikade yang digunakan untuk menutup lingkungan.

AP tidak dapat memverifikasi bahwa semua protes itu terjadi atau di mana.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Associated Press


TERBARU