> >

Angkatan Laut Meksiko Temukan 10 Ton Metamfetamin di Kapal Penangkap Udang

Kompas dunia | 23 November 2022, 02:05 WIB
Angkatan Laut Meksiko pada Selasa (22/11/2022) mengatakan patroli mereka menemukan sekitar 10 ton metamfetamin di atas kapal udang di lepas pantai Pasifik barat negara itu. (Sumber: BNR Mexico/Twitter)

Petugas bea cukai Hong Kong menemukan 1,8 ton metamfetamin cair dengan tingkat kemurnian paling tinggi yang disembunyikan di dalam karton berisi air kelapa dalam perjalanan ke Australia.

Pengiriman itu, yang menurut para pejabat kemungkinan melibatkan jaringan perdagangan narkoba internasional ukuran besar, terjadi saat China mencatat peningkatan penangkapan narkoba yang melibatkan metamfetamin.

“Kami percaya metamfetamin cair dengan tingkat kemurnian tinggi itu berasal dari Amerika Selatan, dikemas di sana dan dikirim melalui rute yang berbelit-belit ke Hong Kong, untuk dikirim ke Australia,” kata inspektur senior Lee Ka-ming, kepala biro investigasi narkoba di bea cukai Hong Kong.

Sementara itu, PBB hari Senin (30/5/2022), mengungkapkan jumlah tablet metamfetamin yang disita di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara melebihi satu miliar tablet tahun lalu, menjadi yang tertinggi untuk pertama kalinya di kawasan itu.

Seperti dilansir Associated Press, jumlah yang begitu tinggi itu mengungkapkan skala produksi dan perdagangan narkoba ilegal di kawasan itu dan tantangan untuk memeranginya, kata PBB.

Sebanyak 1,008 miliar tablet, yang total beratnya sekitar 91 ton, adalah bagian dari pengangkutan hampir 172 ton metamfetamin dalam segala bentuk di seluruh wilayah, tujuh kali lebih tinggi dari jumlah yang disita 10 tahun sebelumnya, kata Kantor Narkoba dan Kejahatan PBB, UNODC, dalam sebuah laporan.

“Saya pikir kawasan ini benar-benar dibanjiri metamfetamin,” kata Jeremy Douglas, perwakilan regional Asia Tenggara untuk badan PBB tersebut pada konferensi pers di ibu kota Thailand, Bangkok, mengungkap laporan tentang “Obat Sintetis di Asia Timur dan Tenggara.”

“Jadi harus ada perubahan kebijakan radikal oleh Asia Timur untuk mengatasi masalah ini atau hanya akan terus berkembang,” kata Douglas.

 

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV/Associated Press


TERBARU