> >

Rusia Mobilisasi 200.000 Serdadu, Ukraina Minta Barat Perbanyak Kirim Senjata agar Perang Cepat Usai

Krisis rusia ukraina | 5 Oktober 2022, 16:08 WIB
Rekrutan militer Rusia menghadiri latihan di lapangan tembak di Krasnodar, Rusia, Selasa (4/10/2022), sebelum diterjunkan ke Ukraina. (Sumber: Associated Press)

ANKARA, KOMPAS.TV - Wakil Perdana Menteri Ukraina Yevhen Perbyinis mendesak sekutu-sekutu mereka di Barat untuk meningkatkan pengiriman senjata. Hal tersebut seiring mobilisasi parsial yang digelar Rusia untuk membantu upaya perang di Ukraina.

Associated Press melaporkan, dalam sebuah pidato virtual ke suatu konferensi tentang perang Rusia-Ukraina di Ankara, Turki, Selasa (4/10/2022), Perebyinis menyebut peningkatan senjata tidak akan memicu eskalasi, tetapi menyelesaikan perang lebih cepat.

“Kami perlu tambahan amunisi dan artileri jarak jauh, pesawat tempur, dan kendaraan tempur untuk melanjutkan pembebasan daerah-daerah yang diduduki,” kata Perebyinis.

“Kami perlu sistem pertahanan anti-rudal dan anti-pesawat untuk mengamankan warga kami dan infrastruktur penting kami dari serangan teroris pasukan Rusia,” lanjutnya.

Baca Juga: Rusia Resmi Caplok 4 Wilayah Ukraina usai Putin Teken UU dari Parlemen, Perang Besar di Depan Mata

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi parsial pada 21 September lalu. Kebijakan itu ditempuh usai pasukan Ukraina meluncurkan serangan balik yang sukses besar.

Per Selasa (4/10), Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengeklaim pihaknya telah mengumpulkan 200.000 tentara dari 300.000 personel yang ditargetkan.

"Saya meminta komandan distrik militer dan armada utara untuk melakukan pelatihan tambahan berupa situasi pertempuran di bawah arahan perwira dengan pengalaman tempur,” kata Shoigu.

"Sesuai perintah Presiden Federasi Rusia, mobilisasi parsial sedang dilakukan mulai 21 September. Untuk hari ini, lebih dari 200.000 orang tiba di Angkatan Bersenjata. Saya menginstruksikan untuk memberi semua orang set pakaian dan peralatan lain yang diperlukan,” lanjutnya.

Baca Juga: Gedung Putih Belum Lihat Indikasi Rusia Bersiap Gunakan Senjata Nuklir di Ukraina

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Purwanto

Sumber : Associated Press


TERBARU