> >

Berfoto dan Berpose di Peti Mati Ratu Elizabeth II, Presiden Armenia Dikecam Dianggap Kurang Ajar

Kompas dunia | 19 September 2022, 10:23 WIB
Presiden Armenia Vahagn Khachaturyan berpose dan difoto oleh ajudannya di dekat peti mati Ratu Elizabeth II. Khachaturyan dikecam dan dianggap kurang ajar atas sikapnya itu. (Sumber: Daily Star)

LONDON, KOMPAS.TV - Presiden Armenia Vahagn Khachaturyan dikecam dan dianggap kurang ajar setelah difoto dan berpose dengan peti mati Ratu Elizabeth II di Aula Westminster.

Khachaturyan tertangkap kamera tengah berpose dan salah satu ajudannya terlihat memfotonya di depan peti mati Ratu Elizabeth II.

Peraturan keras melarang kamera digunakan di aula di mana Ratu Elizabeth II disemayamkan.

Mereka yang ingin memberikan penghormatran secara langsung di aula besar diberikan slot waktu tertentu.

Baca Juga: Ratu Elizabeth II Hari Ini Dimakamkan, Antrian Pelayat Ditutup dan Raja Charles Ungkap Penghargaan

Selain itu juga diberikan seperangkat aturan ketat untuk diikuti saat berada di dalam.

Dikutip dari Daily Star, rekaman kamera itu menunjukkan Khachaturyan dan rombongannya dibawa ke Aula Westminster, sesaat sebelum jam 8 pagi, Minggu (18/9/2022).

Setelah berjalan menyusuri jalur VIP yang menghadap ke peti mati Ratu, ia kemudian dibawa ke dalam antrean.

Saat itulah, ia berhenti di kaki peti mati yang terbungkus bendera, dan meminta asistennya mengeluarkan ponsel dan memfotonya.

 

Laporan mengklaim bahwa staf sangat marah dengan insiden tersebut.

Warga Inggris yang melihat itu pun marah dan mengecam tindakan Khachaturyan.

Warga berusia 76 tahun, Janet Taylor melihat Presiden Armenia itu berfoto saat ia menonton di TV untuk melihat kedua putranya, yang mengantre selama 13 jam melewati peti mati Ratu.

“Sangat tak menghormati. Menurut saya sangat tak terampuni. Ia seharusnya malu terhadap dirinya,” kata Taylor.

“Semoga saja ia menunjukkan lebih banyak rasa hormat saat datang ke pemakaman,” tambahnya.

Baca Juga: Akhirnya Pangeran Arab Saudi MBS Batal Melayat ke Pemakaman Ratu Elizabeth II

Hal yang sama juga diungkapkan Andrew Kerslake, 52 tahun.

“Ini mengerikan. Ia mengoceh di platform tontonan, tertawa dan tak menunjukkan rasa hormat,” katanya.

“Ada ratusan orang di aula itu, tak ada yang berbicara. Hanya dia. Yap, yap, yap, yap. Ia jelas berencana untuk mengambil fotonya. Ia dan ajudannya menahan diri saat kelompok di depan peti mati. Ia memancing kemarahan,” sambung Kerslake.

Ia pun menegaskan mereka sebagai pejabat negara seharusnya memberikan contoh, bukannya melanggar apa yang sudah ditetapkan.

Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Daily Star


TERBARU