> >

Viral, Pasukan Ukraina Ejek Tentara Rusia di Media Sosial: Lari atau Mati

Krisis rusia ukraina | 2 September 2022, 15:25 WIB
Pasukan Ukraina mengejek Rusia dengan klip video yang viral di media sosial, setelah kesuksesan serangan balasan di Kherson. (Sumber: Twitter)

KIEV, KOMPAS.TV - Pasukan Ukraina mengejek tentara Rusia melalui sebuah klip video di media sosial Twitter, yang kemudian viral.

Video tersebut muncul menyusul kesuksesan Ukraina dalam serangan balasan kepada Rusia di Kherson.

Video berdurasi 40 detik itu diposting pada Rabu (31/8/2022), dan sejauh ini telah dilihat lebih dari 900.000 kali.

Klip video tersebut berisi ultimatum untuk pasukan Rusia agar lari dari Kherson Oblast atau menghadapi kematian.

Baca Juga: Lebih Dari 900 Pasukan Elite Rusia Tewas selama 6 Bulan Perang di Ukraina

Pada video tersebut, dipasang lagu dari tahun 1932 yang berjudul “Run Rabit Run”.

Selain itu, terlihat tentara Rusia muncul dan ditembaki dengan rudal, senjata artileri dan oleh penembak jitu.

Dikutip dari Newsweek, video itu mengejek para tentara Rusia dengan menyebut mereka sebagai “tamu” dan memainkan rekaman yang memperlihatkan sosok yang diduga seorang tentara yang sedang memperingatkan pasukan Ukraina.

Kiev telah meluncurkan sebuah serangan balasan ke Kherson, kota penting Ukraina pertama yang diduduki Rusia.

Pada Rabu, Ukraina mengungkapkan, militernya telah membunuh lebih dari 200 tentara Rusia.

Komando Operasional Selatan Ukraina mengatakan situasi di area operasional mereka tetap sulit, namun masih bisa dikontrol.

Mereka melaporkan, pasukan Ukraina telah membunuh 201 personel militer Rusia dan menghancurkan enam depot amunisi Rusia, 12 tank T-72, dan persenjataan jarak jauh Rusia.

Baca Juga: Presiden Belarusia Ungkap Zelenskyy Bersitegang dengan Militer Ukraina, Sinyalkan Kemenangan Rusia

Menurut sejumlah ahli, Kherson memiliki nilai strategis bagi Ukraina.

“Merebut kembali wilayah Provinsi Kherson yang diduduki di tepi barat Dnieper akan menjadi kemenangan psikologis dan politik utama bagi Kiev,” kata Peter Rutland, profesor studi Rusia, Eropa Timur dan Eurasia di Universitas Wesleyan, kepada Newsweek.

Menurut Rutland, jika Ukraina kembali merebut Kherson, akan sulit bagi Rusia untuk melakukan serangan ke Odesa.

“Namun, Rusia masih menguasai sebagian besar wilayah pendudukan di tepi timur sungai Dnieper, termasuk PLTN Zaporizhzhia,” lanjutnya.

Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Newsweek


TERBARU