> >

Sekutu Putin Ini Ramal Nasib Zelenskyy setelah Perang: Diadili atau Balik Jadi Komedian Kelas Dua

Krisis rusia ukraina | 13 Agustus 2022, 09:15 WIB
Foto ilustrasi. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menghadiri rapat dengan para perwira militer di Dnipropetrovsk, dekat garis depan pertempuran, 8 Juli 2022. Pada Jumat (12/8/2022), Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menyebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy akan menjadi pesakitan atau komedian setelah perang. (Sumber: Kantor Kepresidenan Ukraina via AP)

MOSKOW, KOMPAS.TV - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menyebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy akan menjadi pesakitan atau komedian setelah perang.

Hal tersebut disampaikan Medvedev dalam wawancara dengan jurnalis Nadan Fridrikhson, Jumat (12/8/2022).

Wawancara tersebut disiarkan melalui kanal Telegram Fridrikhson. TASS telah mengonfirmasi keuatentikan wawancara itu kepada sekretariat Medvedev.

Dalam wawancara itu, Medvedev menyatakan bahwa, pada masa depan, Zelenskyy akan disidang atau terpaksa balik berkarier menjadi komedian televisi.

“Antara sebuah pengadilan (untuk Zelenskyy) atau peran sampingan di acara komedi lagi,” kata Medvedev dikutip TASS.

Federasi Rusia berulangkali mengklaim bahwa Ukraina telah melakukan kejahatan perang sebelum dan selama agresi militer Kremlin ke negara itu.

Adapun Zelenskyy yang menjabat presiden sejak 2019, dituduh bertanggung jawab atas dugaan kejahatan-kejahatan tersebut.

Sebaliknya, Ukraina menuduh militer Rusia melakukan kejahatan perang selama invasi. Beberapa peristiwa dugaan kejahatan perang Rusia yang menyedot perhatian internasional adalah pembantaian Irpin, Bucha, dan pengeboman warga sipil di berbagai kota, termasuk ke rumah sakit bersalin Mariupol.

Baca Juga: Kedubes Rusia Senang Amnesty International Tuduh Ukraina Lakukan Kejahatan Perang

Karier komedian

Sementara itu, mengenai karier komedian, Medvedev meledek kiprah Zelenskyy yang menjadi bintang acara komedi televisi sebelum terjun ke politik.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV/TASS


TERBARU