> >

Taliban Minta Tajikistan dan Uzbekistan Kembalikan Helikopter Afghanistan yang Diambil Tahun Lalu

Kompas dunia | 8 Agustus 2022, 15:32 WIB
Sebuah helikopter militer Afghanistan terparkir di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul pada Minggu, 5 September 2021, usai jatuhnya ibu kota ke tangan Taliban. (Sumber: AP Photo/Mohammad Asif Khan)

KABUL, KOMPAS.TV - Kementerian Pertahanan (Kemhan) Afghanistan kembali meminta Tajikistan dan Uzbekistan mengembalikan helikopter-helikopter yang diambil setelah jatuhnya Kabul ke tangan Taliban tahun lalu.

Inayatullah Khwarazami, juru bicara Kemhan Afghanistan, mengatakan Kabul akan mengambil helikopter-helikopter tersebut dalam waktu dekat.

“Helikopter-helikopter itu adalah aset milik rakyat Afghanistan. Mereka harus dikembalikan kepada pemerintah yang sekarang, kepada Kementerian Pertahanan,” ujar Khwarazami, seperti dilansir TOLO News, Senin (8/8/2022).

“Tentu saja, mereka punya pertimbangan sendiri, tetapi faktanya ini terkait dengan rakyat Afghanistan, di mana mereka (helikopter-helikopter, -red) saat ini berada di Uzbekistan dan Tajikistan, kapan pun, mereka akan diambil dan dihitung,” ujarnya.

Baca Juga: Bom Meledak di Kampung Minoritas Syiah Afghanistan dan Tewaskan 2 Orang, Pelaku Diyakini ISIS

Namun menurut pengamat, akan sulit bagi Afghanistan untuk mengambil helikopter-helikopter itu jika pemerintahan di Kabul yang kini berada di bawah Taliban, belum memperoleh pengakuan secara internasional.

“Mengenai helikopter-helikopter yang dibawa keluar dari negara ini, ada sejumlah masalah. Pertama, saya tidak yakin dokumentasi helikopter-helikopter ini berkaitan dengan Afghanistan,” ungkap Fahim Kohdamani, mantan diplomat Afghanistan yang saat ini berada di Tajikistan.

“Masalah kedua adalah soal pemerintah Taliban, yang tidak diakui oleh negara mana pun,” ujarnya.

Asadullah Nadim, seorang pakar militer, juga memiliki pendapat yang sama dengan Kohdamani.

“Negara Uzbekistan dan Tajikistan tidak diizinkan untuk menyerahkan helikopter-helikopter itu kepada pemerintahan saat ini,” ungkapnya.

Baca Juga: Cari Suntikan Dana dari Barat, Taliban Sebut Tak Tahu Bos Al-Qaeda Tinggal di Afghanistan

Pemerintah Afghanistan di bawah Taliban yang menamakan diri sebagai Emirat Islam, sebelumnya telah mengatakan bahwa setelah kejatuhan republik, militer pemerintahan sebelumnya memindahkan 40 lebih helikopter ke Tajikistan dan Uzbekistan.

Emirat Islam sudah berulang kali mendesak agar kedua negara tersebut mengembalikan helikopter-helikopter itu ke Afghanistan.

Taliban merebut kembali ibu kota Kabul pada 15 Agustus 2021. Kembalinya kelompok militan tersebut memicu evakuasi besar-besaran warga sipil, pejabat-pejabat pemerintah, dan diplomat-diplomat asing.

Baca Juga: Pemimpin Al-Qaeda Tewas: Arab Saudi Senang, Afghanistan Berang Anggap AS Khianati Perjanjian

 

Penulis : Edy A. Putra Editor : Desy-Afrianti

Sumber : TOLO News


TERBARU