> >

Ngeprank Temuan Bintang Baru Pakai Foto Irisan Sosis Spanyol, Ilmuwan Antariksa Prancis Minta Maaf

Kompas dunia | 6 Agustus 2022, 14:16 WIB
Ilmuwan antariksa Prancis Etienne Klein ungkap foto bintang baru merah menyala di Proxima Centauri, ternyata irisan sosis Spanyol. Dia minta maaf dan mengungkap maksud tindakannya. (Sumber: etienneklein/Twitter)

PARIS, KOMPAS.TV - Bola api antariksa berwarna merah membara dengan bercak bercahaya bersinar tampak berpendar dengan latar belakang hitam.

Foto itu, diakui ilmuwan Prancis terkemuka Etienne Klein, adalah gambar menakjubkan terbaru yang diambil oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb dari Proxima Centauri, bintang terdekat dengan Matahari kita.

Sesama pengguna Twitter langsung mengagumi detail pada gambar yang konon diambil oleh teleskop, yang menggetarkan dunia dengan gambar galaksi teramat jauh yang mungkin mengungkap kelahiran alam semesta.

"Tingkat detail ini... Dunia yang baru terus terungkap setiap hari," sembur pengguna Twitter itu.

Namun kenyataannya, seperti yang kemudian diungkapkan oleh Klein, gambar itu bukanlah bintang yang menarik hanya berjarak empat tahun cahaya dari Matahari, melainkan potongan sosis chorizo Spanyol yang jauh lebih sederhana.

"Menurut kosmologi kontemporer, tidak ada objek milik charcuterie Spanyol yang ada di mana pun kecuali di Bumi," katanya.

Baca Juga: NASA Rilis Foto-foto Alam Semesta Terjauh  dari Bumi Hasil Teleskop James Webb

Ilmuwan antariksa Prancis Etienne Klein ungkap foto bintang baru merah menyala di Proxima Centauri, ternyata irisan sosis Spanyol. Dia minta maaf dan mengungkap maksud tindakannya. (Sumber: Earthsky)

Charcuterie adalah istilah Prancis untuk cabang memasak produk daging olahan, seperti bacon, ham, sosis, terrine, galantine, ballotine, pates, dan confit, terutama dari daging babi. Charcuterie adalah bagian dari repertoar koki.

Klein mengakui, banyak pengguna tidak memahami prank atau leluconnya, yang diakuinya hanya bertujuan untuk mendorong kita "untuk waspada terhadap argumen dari orang-orang di posisi otoritas serta kefasihan spontan gambar tertentu".

Namun, pada saat memerangi berita palsu sangat penting bagi komunitas ilmiah, banyak pengguna Twitter mengindikasikan mereka tidak senang dengan tindakan Klein. Klein sendiri saat ini menjabat direktur penelitian di Komisi Energi Atom (CEA) Prancis dan juga seorang produser acara radio.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU