> >

Mantan Bos F1 Tarik Dukungan dari Putin, Akhirnya Minta Maaf atas Komentar Kontroversialnya

Krisis rusia ukraina | 10 Juli 2022, 13:14 WIB
Momen saat Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan mantan Bos F1, Bernie Ecclestone pada gelaran GP Sochi pada 2014. (Sumber: Sky News)

LONDON, KOMPAS.TV - Mantan bos Formula 1 (F1), Bernie Ecclestone secara mengejutkan menarik dukungannya dari Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Ia bahkan meminta maaf atas komentar kontroversial yang membela penyerangan Putin ke Ukraina bulan lalu.

Sebelumnya, miliuner berusia 91 tahun itu sempat mengatakan Putin adalah orang kelas atas.

Ia bahkan menegaskan siap membela Putin dari serangan peluru.

Baca Juga: Mantan Bos F1 Bela Putin, Siap Melindunginya dari Peluru dan Salahkan Zelensky

Namun berbicara pada Sky Sports, Sabtu (9/7/2022), Ecclestone meminta maaf atas komentar kontroversialnya.

Ia bersikeras dirinya tak bermaksud membela aksi Putin, atau perang yang ia mulai.

“Saya pikir banyak orang mengatakan atau melakukan sesuatu yang tak banyak mereka pikirkan. Mungkin saya juga telah melakukan hal yang sama,” tuturnya dikutip dari Daily Star.

“Saya mengerti banyak yang berpikir saya membela yang ia lakukan di Ukraina, meski sebenarnya tidak. Saya tumbuh besar saat perang, jadi saya tahu rasanya. Jadi saya merasa kasihan kepada rakyat Ukraina yang tersiksa atas sesuatu yang tidak mereka lakukan. Mereka tak bersalah,” tambahnya.

Ecclestone pun menegaskan bahwa rakyat Ukraina tak pantas untuk menderita, sehingga ia menyesali apa yang sudah dikatakannya.

Baca Juga: Bocoran Intelijen Inggris: Pasukan Rusia Berkumpul di Dekat Ukraina, Gunakan Peralatan Tempur Usang

“Saya minta maaf jika apa yang saya katakan telah membuat orang lain marah, karena hal itu tak dimaksudkan seperti itu,” tuturnya.

Ecclestone merupakan mantan petinggi F1, dan berperan sebagai Ketua Eksekutif sejak 1978 hingga 2017.

Pria kelahiran Suffolk, Inggris ini juga merupakan mantan pembalap dan sempat memperkuat tim Connaught meski hanya untuk dua balapan.

Ecclestone juga sempat menjadi salah satu pemimpin tim F1, yaitu Brabham.

Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada

Sumber : Daily Star


TERBARU