> >

Menengok Kehancuran dan Jejak Brutalitas Rusia di Irpin, Kota Ukraina yang Dikunjungi Jokowi

Krisis rusia ukraina | 29 Juni 2022, 19:13 WIB
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana di Ukraina (Sumber: Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Selama pendudukan, Jalan Pushkinska menjadi jalur arteri vital bagi pengungsi. Dari sini, pengungsi bisa pergi ke Jalan Universytetska, lalu menempuh perjalanan singkat ke jalan lingkar untuk mencapai wilayah yang dikuasai Ukraina.

Ketika BBC mengunjungi jalan itu pada akhir Maret lalu, banyak mobil warga yang terbengkalai dengan bekas tembakan dan serpihan peluru.

Di Jalan Pushkinska, usai Rusia mundur, hampir setiap rumah menunjukkan bekas kerusakan. Banyak di antaranya yang hangus terbakar.

Di samping taman kota Irpin, dekat perempatan Jalan Pushkinska, seorang pejabat setempat, Artem Hurin mengaku menemukan mayat-mayat dalam tiga mobil yang rusak serta seorang lansia yang terbujur kaku di jalanan.

Baca Juga: Pembantaian Bucha dan Irpin Gegerkan Dunia, Wali Kota Tuduh Rusia Lenyapkan Mayat di Mariupol

Di dekat persimpangan antara Jalan Pushkinska dan Jalan Vygovskogo, terdapat mayat wanita bermantel merah dalam kondisi mengenaskan. Wali Kota Irpin Oleksandr Markushyn dan warga sekitar menyebut ia telah terbaring di jalan selama hampir sebulan. Mayatnya berkali-kali dilindas kendaraan lapis baja Rusia.

Wajah wanita itu tidak bisa dikenali usai terlindas kendaraan berat berkali-kali. “Jika saya lihat dari tangannya, dia sangat muda,” kata Artem Hurin.

Di seberang jalan dari lokasi mayat wanita itu, juga terdapat mayat seorang pria yang lebih tua. “Dari usianya, dia mungkin saja ayah wanita itu,” sambungnya.

Sementara itu, di Jalan Davidchuka, Tetiana Levchenko, seorang teknisi berusia 54 tahun, menjadi saksi perbuatan tentara Rusia selama pendudukan. Pada hari-hari akhir pendudukan, Levchenko dan warga lain bersembunyi di rubanah atas izin tentara Rusia.

“Saya khawatir mereka (tentara Rusia) memaksa kami semua duduk di atas tank mereka dan menjadi perisai manusia,” kata Levchenko.

Baca Juga: Kesaksian Wakil Dewan Kota Bucha: Tentara Rusia Kirim Ransum ke Rubanah, Lalu Melempar Granat

Pada 23 Maret, sepengakuan Levchenko, tentara Rusia memaksa masuk dan menggelandang 30 orang lain untuk tinggal bersama mereka. Saat menggelandang puluhan orang itu, tentara Rusia menembak mati seorang pria.

Kedua anaknya berhasil kabur dengan cucu-cucu Levchenko. Namun, ia pilih tetap bersembunyi di rubanah. Sedangkan orang tuanya berada di dalam rumah.

“Rusia meledakkan granat di dekat mereka (orang tua Levchenko) dan mengirim rentetan tembakan ke lemari. Itulah cara mereka memaksa para lansia mengadukan tempat orang-orang yang lebih muda bersembunyi,” katanya.

Menurut kejaksaan dan intelijen Ukraina, sebelas unit militer dan polisi Rusia diduga terlibat kasus-kasus pembunuhan dan penghancuran di Irpin, Bucha, dan Hostomel.

Di antara unit yang diduga melakukan kejahatan perang itu adalah Resimen Bermotor ke-141 dari Chechnya, juga dikenal sebagai unit Kadyrovtsi. Salah satu unit yang lain adalah Resimen Serangan Udara ke-234 yang terlibat pula dalam aneksasi Semenanjung Krimea pada 2014.

Seorang nenek tua dibantu saat menyeberangi sungai Irpin, di bawah jembatan yang dihancurkan serangan udara Rusia, ketika warga sipil melarikan diri dari kota Irpin, Ukraina, Sabtu, 5 Maret 2022. (Sumber: AP Photo / Vadim Ghirda)

Baca Juga: Ramai Istilah Kejahatan Perang, Kejahatan Terhadap Kemanusiaan, dan Genosida di Ukraina, Ini Bedanya

Sebelum kunjungan Jokowi, kota Irpin telah mulai dibangun kembali sejak April lalu. Warga pun mulai pulang ke Irpin usai pendudukan Rusia yang berlangsung kurang-lebih satu bulan.

Hingga Jokowi berkunjung ke sana, bekas-bekas kerusakan masih terlihat jelas seperti di Apartemen Lipky yang dikunjungi sang presiden.

Jokowi sendiri mengusung “misi perdamaian” dalam kunjungan ke Kiev yang dilanjut kunjungan ke Moskow, Rusia. Jokowi dijadwalkan akan menemui Zelenskyy selama dua jam mulai pukul 15.00 hingga 17.00 waktu setempat atau pukul 19.00 hingga 21.00 WIB di Istana Mariyinsky.

“Kami memulai misi perdamaian ini dengan niat baik. Semoga dimudahkan,” kata Jokowi melalui akun Twitter-nya.

Baca Juga: Jalani Misi Perdamaian Rusia-Ukraina, Presiden Jokowi Jadi Pemimpin Asia Pertama yang ke Ukraina

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV/BBC


TERBARU