> >

Pasukan Terjun Payung Suriah dan Rusia Gelar Latihan Gabungan

Kompas dunia | 26 Juni 2022, 20:56 WIB
Ilustrasi. Presiden Suriah Bashar Al-Assad bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Damaskus, 7 Januari 2020. Pada Sabtu (25/6/2022), kantor berita negara Suriah melaporkan bahwa ratusan personel pasukan penerjun payung Suriah melakoni latihan gabungan bersama pasukan Rusia. (Sumber: Alexei Druzhinin/Pool Sputnik via AP)

DAMASKUS, KOMPAS.TV - Ratusan personel pasukan penerjun payung Suriah dilaporkan melakoni latihan gabungan bersama pasukan Rusia di wilayah Suriah. Hal tersebut diwartakan oleh kantor berita negara Suriah, SANA via Associated Press, Sabtu (25/6/2022) malam waktu setempat.

SANA tidak membeberkan detail mengenai latihan gabungan ini. Tempat pasti serta waktu latihan pun tidak disampailkan.

Menurut laporan tersebut, latihan gabungan ini bertujuan untuk melatih pasukan penerjun payung Suriah merespons berbagai situasi.

Baca Juga: Ketika Perang di Suriah Mereda, Para Remaja Belajar Melupakannya dengan Berdansa

Pemerintah Suriah sendiri memiliki kerja sama militer erat dengan Rusia, terutama sejak meletusnya perang sipil.

Intervensi Rusia membuat Presiden Bashar Al-Assad bisa bertahan dalam konflik selama 11 tahun yang menelan korban ratusan ribu jiwa itu.

Moskow memutuskan terlibat langsung secara militer di Suriah pada September 2015. Sokongan Rusia membuat kekuatan pasukan Bashar Al-Assad bisa melampaui pemberontak.

Latihan gabungan yang dilaporkan pada Sabtu (25/6) lalu merupakan latihan gabungan kedua Suriah-Rusia pada bulan Juni.

Pada awal Juni lalu, angkatan udara Suriah dan Rusia menggelar latihan gabungan di berbagai wilayah Suriah, termasuk di pinggir Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Pada Februari lalu, sebelum Kremlin meluncurkan invasi ke Ukraina, pasukan Rusia dan Suriah juga menggelar latihan gabungan bersama pasukan Suriah.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Associated Press


TERBARU