> >

Kisah Seram Kastil Elmau, Tempat Pertemuan G7 yang Dihadiri Presiden Joko Widodo

Kompas dunia | 26 Juni 2022, 14:18 WIB
Pertemuan G7 digelar di Kastil Elmau, sebuah hotel mewah kuno dengan latar sejarah kelam dan masa lalu yang penuh gejolak. (Sumber: G7 Germany)

KASTIL ELMAU, KOMPAS.TV – Para pemimpin G7 akan berkumpul mulai Minggu di sebuah tempat klasik Jerman yang dipilih sendiri oleh mantan kanselir Angela Merkel, sebuah hotel mewah dengan sejarah kelam dan masa lalu yang penuh gejolak, seperti laporan France24, Minggu, (26/6/2022).

Kastil Elmau, terletak di Pegunungan Alpen Bavaria, adalah resor bintang lima yang diubah menjadi benteng untuk pertemuan tiga hari klub negara kaya.

Angela Merkel memilih lokasi ini saat masih menjadi kanselir Jerman dengan beberapa alasan.

Merkel mengatakan dia memilih Kastil Elmau sebagian karena pemilik situs itu memiliki sejarah era Nazi.

Teolog Protestan dan filsuf Johannes Mueller membangun kastil selama Perang Dunia I dan ketika Adolf Hitler naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 1933, Mueller berjanji setia kepada Hitler meskipun ia tidak pernah bergabung dengan partai Nazi.

Tapi dia secara terbuka mengkritik anti-Semitisme fanatik Nazi sebagai "aib bagi Jerman", menurut situs web hotel, yang katanya menyebabkan pengawasan ketat oleh Gestapo.

Baca Juga: Menuju Jerman, Jokowi Akan Ajak Negara G7 Cari Solusi Hadapi Krisis Pangan dan Energi

Pertemuan G7 digelar di Kastil Elmau, sebuah hotel mewah kuno dengan latar sejarah kelam dan masa lalu yang penuh gejolak. (Sumber: Deutsche Welle)

Setelah dimulainya Perang Dunia II, ia mencegah hotel kesayangannya disita oleh petinggi Nazi untuk digunakan sendiri dengan menyewakannya kepada tentara Jerman sebagai tempat peristirahatan bagi tentara yang sedang cuti dari garis depan.

Mueller menghadapi tuntutan setelah perang karena "memuliakan Hitler baik secara lisan maupun tertulis" dan dinyatakan bersalah serta kehilangan kepemilikan hotel.

Kastil Elmau kemudian berfungsi sebagai rumah sakit tentara AS dan kemudian sebagai tempat perlindungan bagi orang-orang terlantar dan korban selamat Holocaust di tahun-tahun pasca perang.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV/France24


TERBARU