> >

Perundingan Nuklir Iran Kembali Dilaksanakan Beberapa Hari ke Depan

Kompas dunia | 26 Juni 2022, 09:43 WIB
Fasilitas nuklir Iran di Natanz, Teheran. Uni Eropa dan Iran hari Sabtu,(25/6/2022) sepakat melanjutkan perundingan di Wina, Austria dalam beberapa hari mendatang membahas kesepakatan nuklir. (Sumber: Atomic Energy Organization of Iran via AP, File)

TEHRAN, KOMPAS.TV — Uni Eropa dan Iran hari Sabtu (25/6/2022) sepakat melanjutkan perundingan di Wina, Austria dalam beberapa hari mendatang membahas kesepakatan nuklir, seperti laporan Associated Press, Minggu (26/6/2022)

Perjanjian tersebut dapat membantu meredakan ketegangan setelah pembicaraan terhenti berbulan-bulan, sementara Iran memperkaya uranium lebih dekat dari sebelumnya ke tingkat senjata di bawah menurunnya pengawasan internasional.

Pada konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian di Teheran, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borell, mengatakan negosiasi akan segera dimulai kembali,

"Beberapa hari mendatang berarti beberapa hari mendatang, maksud saya cepat, segera," kata Borell, menambahkan Amerika Serikat, yang secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir di tahun 2018 dan memberlakukan sanksi ekonomi yang keras terhadap Iran, juga harus kembali ke meja perundingan.

"Negosiasi harus dilanjutkan, dan ini adalah keputusan yang harus dibuat di Teheran dan Washington," katanya.

Serangan Rusia ke Ukraina menyebabkan "pergeseran tektonik" dalam geopolitik, membuatnya lebih mendesak dari sebelumnya untuk mencapai kesepakatan yang akan memungkinkan Iran menjual minyaknya ke pasar dunia.

Baca Juga: Pengawas Nuklir PBB Ungkap Iran Berencana Meningkatkan Pengayaan Uranium

Presiden Iran Ebrahim Raisi. Uni Eropa dan Iran hari Sabtu, (25/6/2022) sepakat melanjutkan perundingan di Wina, Austria dalam beberapa hari mendatang membahas kesepakatan nuklir (Sumber: Laman web resmi presiden Iran)

"Dalam lingkungan seperti itu, kesimpulan dari kesepakatan penting kami lebih penting dari sebelumnya," katanya.

Amirabdollahian mengatakan negaranya siap untuk melanjutkan pembicaraan.

"Kami akan mencoba untuk menyelesaikan masalah dan perbedaan... yang penting bagi Republik Islam Iran adalah keuntungan ekonomi dari kesepakatan yang dicapai pada tahun 2015 secara penuh." kata Amirabdollahian.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV/Associated Press


TERBARU