> >

Klarifikasi Mahathir Mohamad Soal Klaim Kepulauan Riau: Saya Tidak Minta Malaysia Mengklaim

Kompas dunia | 24 Juni 2022, 06:29 WIB
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. (Sumber: Kompas TV/ANT/Ho-WAG Mahathir)

KUALA LUMPUR, KOMPAS.TV - Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengklarifikasi ucapannya terkait klaim Kepulauan Riau dan Singapura atas Malaysia.

Melalui keterangan tertulis yang dilansir dari Antara, Kamis (23/6/2022) Mahathir menjelaskan bahwa pernyataannya telah diartikan di luar konteks.

Ia menambahkan, laporan tentang pernyataan yang ia sampaikan di dalam pertemuan dengan orang Melayu itu tidak akurat.

"Saya tidak meminta Malaysia untuk mengklaim tanah yang telah kami hilangkan," kata Mahathir.

Ia sesungguhnya menjelaskan bahwa orang-orang Malaysia sangat khawatir kehilangan wilayah Pedra Branca yang ia sebut 'batu seukuran meja', tapi tidak pernah mengkhawatirkan bagian dari Malaysia yang telah hilang sebelumnya dengan ukuran lebih besar.

"Kehilangan Pulau Batu Puteh bukanlah masalah besar. Adalah kesalahan Pemerintah Johor untuk menyangkal bahwa itu milik Johor. Seandainya penolakan itu tidak dilakukan, tidak akan ada perselisihan sekarang," ungkapnya.

Mahathir mengatakan, Malaysia patut bersyukur pengadilan dunia memberikan Pulau Ligitan dan Sipadan kepada mereka. Pulau-pulau tersebut jauh lebih berharga daripada Pulau Batu Puteh.

Baca Juga: Mahathir: Malaysia Harusnya Tuntut Singapura dan Riau Dikembalikan, Itu Tanah Melayu

Ia menyebut, seharusnya Malaysia bersyukur bahwa Indonesia tidak mempermasalahkan pemberian tersebut. 

"Sungguh kita tidak bersyukur atas keuntungan itu," imbuhnya.

Diberitakan KOMPAS.TV sebelumnya, pernyataan Mahathir, yang menyebut Malaysia semestinya mengklaim Singapura dan Kepulauan Riau sebagai bagian dari Tanah Melayu, ramai dibicarakan publik. 

Baca Juga: Mahathir Mohamad Sebut Kepulauan Riau dan Singapura Seharusnya Jadi Milik Malaysia

Mahathir menyebut, Singapura dulu adalah bagian dari Kerajaan Johor, sehingga negara bagian Johor mestinya mengeklaim Singapura untuk kembali jadi wilayah Malaysia.

"Namun, tidak ada permintaan apapun dari Singapura. Sebaliknya, kami menunjukkan apresiasi kepada kepemimpinan negara baru bernama Singapura ini," terang pria berusia 91 tahun itu.

"Kita juga harus menuntut Singapura serta Kepulauan Riau, karena mereka adalah Tanah Melayu," imbuh Mahathir, disambut tepuk tangan dari hadirin.

Penulis : Nadia Intan Fajarlie Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV, Antara


TERBARU