> >

Zelenskyy Tuntut Rusia Bayar Kerugian Perang Ukraina

Krisis rusia ukraina | 21 Mei 2022, 12:28 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Pada Jumat (20/5/2022), Zelenskyy menuntut Rusia untuk membayar segala kerugian akibat invasi mereka yang diluncurkan sejak akhir Februari lalu. (Sumber: Ukrainian Presidential Press Office via AP)

KIEV, KOMPAS.TV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuntut Rusia untuk membayar segala kerugian akibat invasi mereka yang diluncurkan sejak akhir Februari lalu.

Hal tersebut disampaikan Zelenskyy dalam pidatonya dari Kiev, Jumat (20/5/2022) malam waktu setempat.

Zelenskyy menegaskan, Rusia bertanggung jawab secara finansial atas kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan pasukannya di Ukraina.

Zelenskyy kemudian melaporkan kerusakan-kerusakan lanjutan yang diklaim terjadi pada Jumat (20/5).

Sang presiden menyebut, dalam kurun 24 jam, pasukan Rusia menembakkan rudal ke daerah Kharkiv, menghancurkan sebuah pusat kebudayaan di Lozova, dan juga mengebom Odessa di selatan, Poltava di timur, dan Zhytomyr di barat.

Baca Juga: Inovatif, Pasukan Ukraina Persenjatai Sepeda Listrik dengan Rudal untuk Hancurkan Tank Rusia

Lebih lanjut, Zelenskyy mengklaim Rusia berupaya tengah mengubah kota Rubizhne, Volnovakha, dan Severodonetsk di kawasan Donbass menjadi reruntuhan seperti Mariupol.

Zelenskyy menyebut Rusia harus membayar untuk tiap-tiap rumah, sekolah, rumah sakit, serta tempat usaha yang dihancurkan.

Ia mengaku Ukraina tengah mendesak sekutu-sekutunya untuk menyita dana dan properti Rusia untuk menghasilkan dana perbaikan Ukraina.

“Itu baru adil. Dan Rusia akan merasa beban sebenaranya dari tiap rudal, bom, dan artileri yang mereka tembakkan ke kami,” kata Zelenskyy dikutip Associated Press.

Saat ini, Ukraina tengah menghadapi serbuan Rusia di Donbass, kawasan industrial di timur negara itu.

Pada Jumat (20/5), Rusia mengumumkan kemenangan terbesar selama invasi di Donbass.

Moskow mengklaim bahwa kota Mariupol telah dikuasai sepenuhnya, menyusul penyerahan diri massal oleh pasukan Ukraina yang tersisa di kompleks pabrik baja Azovstal.

Akan tetapi, kemenangan Rusia ini mesti dibayar mahal oleh Mariupol. Kota itu disebut tinggal reruntuhan dan lebih dari 20.000 warga sipil dikhawatirkan tewas.

Baca Juga: Rusia Klaim Kuasai Mariupol Sepenuhnya, Sebut Pasukan Ukraina di Pabrik Azovstal telah Menyerah


 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada

Sumber : Associated Press


TERBARU