> >

Wow, Pekerja Gorong-gorong Berhenti Kerja 54 Hari demi Hormati Ular Piton yang Erami 24 Telurnya

Kompas dunia | 19 Mei 2022, 14:40 WIB
Ilustrasi ular piton (Sumber: pixabay.com)

KERALA, KOMPAS.TV - Pekerja konstruksi gorong-gorong di Kasaragod, Kerala, India memutuskan berhenti kerja 54 hari.

Ternyata mereka berhenti bekerja untuk menghormati seekor ular piton yang tengah mengerami 24 telurnya.

Para pekerja tersebut berasal dari Uralungal Labour Contract Co-operative Society (ULCCS), yang tengah membangun jalan tol 4 jalur di Kasaragod.

Departemen Kehutanan, pihak perusahaan dan penyelamat ular melakukan upaya bersama untuk membawa anak-anak ular tersebut ke dunia.

Baca Juga: Tak Hanya Turki, Kroasia juga Tolak Finlandia dan Swedia Gabung NATO

“Semua 2 telur menetas. Kami telah membebaskan 15 bayi ke alam liar kemarin, dan Sembilan akan dilepaskan pada malam ini,” tutur Ameen Adkathbail, Minggu (15/5/2022) dikutip dari New Indian Express.

Ular piton dan telur-telurnya itu pertama kali ditemukan pada 20 Maret lalu.

Ketika itu, pekerja yang membangun gorong-gorong sebagai pelebaran jalan NH 66, DI Eriyal dekat CPCRI melihat seekor ular piton India meringkuk di dalam liang dan menghubungi Departemen Kehutanan.

Liang yang kemungkinan dibuat oleh landak itu berada sekitar 1,2 meter di bawah permukaan jalan.

Liang itu juga tak akan pernah terbuka jika penggalian tanah tidak menggali lumpur untuik gorong-gorong.

Departemen Kehutanan kemudian memanggil Ameen, yang telah menyelamatkan ular selama 10 tahun terakhir.

Ketika Ameen memeriksa ke dalam liang , ia melihat beberapa telur dan ular piton itu melingkari dirinya di sekeliling telur.

Ia kemudian menghubungi Maveesh Kumar, ahli herpatologi dan kepala Penelitian Satwa Liar Mithila Wildlife Trust Nepal, terkait menghadapi ular tersebut.

“Maveesh menyarankan saya untuk tak menggeser telur, karena telur tak dapat menetas tanpa kehangatan induk Piton,” ujar Ameen.

Telur piton membutuhkan suhu terkontrol antara 27 derajat Celsius dan 31 derajat Celsius untuk inkubasi.

Telur piton akan membutuhkan waktu 0 hingga 5 hari untuk menetas.

Oleh sebab itu, Departemen Kehutanan juga meminta ULCCS mempertimbangkan menghentikan sementara pekerjaan gorong-gorong.

Baca Juga: Kecerdikan Hyena, Curi Mangsa Ular Piton saat Lihat Peluang

Meski proyek ini terikat waktu, ULCCS mengetujui pendapat mereka, dan mendapat izin untuk menghentikan pekerjaan.

Pada hari ke-54, sejak pekerja konstruksi menemukan ular tersebut, kulit telur mulai pecah.

“Itu berarti, kami sudah menemukan telurnya sepekan setelah dikeluarkan sang induk ular,” kata Ameen.

Ular piton sendiri diklasifikasikan di bawah Undang-Undang Perlindungan Satwa Liar, dan memiliki perlindungan hukum tingkat tinggi seperti harimau India.

Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti

Sumber : New Indian Express


TERBARU