> >

Wow, Pekerja Gorong-gorong Berhenti Kerja 54 Hari demi Hormati Ular Piton yang Erami 24 Telurnya

Kompas dunia | 19 Mei 2022, 14:40 WIB
Ilustrasi ular piton (Sumber: pixabay.com)

Departemen Kehutanan kemudian memanggil Ameen, yang telah menyelamatkan ular selama 10 tahun terakhir.

Ketika Ameen memeriksa ke dalam liang , ia melihat beberapa telur dan ular piton itu melingkari dirinya di sekeliling telur.

Ia kemudian menghubungi Maveesh Kumar, ahli herpatologi dan kepala Penelitian Satwa Liar Mithila Wildlife Trust Nepal, terkait menghadapi ular tersebut.

“Maveesh menyarankan saya untuk tak menggeser telur, karena telur tak dapat menetas tanpa kehangatan induk Piton,” ujar Ameen.

Telur piton membutuhkan suhu terkontrol antara 27 derajat Celsius dan 31 derajat Celsius untuk inkubasi.

Telur piton akan membutuhkan waktu 0 hingga 5 hari untuk menetas.

Oleh sebab itu, Departemen Kehutanan juga meminta ULCCS mempertimbangkan menghentikan sementara pekerjaan gorong-gorong.

Baca Juga: Kecerdikan Hyena, Curi Mangsa Ular Piton saat Lihat Peluang

Meski proyek ini terikat waktu, ULCCS mengetujui pendapat mereka, dan mendapat izin untuk menghentikan pekerjaan.

Pada hari ke-54, sejak pekerja konstruksi menemukan ular tersebut, kulit telur mulai pecah.

“Itu berarti, kami sudah menemukan telurnya sepekan setelah dikeluarkan sang induk ular,” kata Ameen.

Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti

Sumber : New Indian Express


TERBARU