> >

Produksi Jeblok akibat Cuaca Buruk, Harga Durian Malaysia Naik 100 Persen

Kompas dunia | 16 Mei 2022, 03:05 WIB
Penggemar durian Malaysia, terutama mereka yang menyukai varietas premium seperti Musang King dan Black Thorn, harus menghadapi kenaikan harga yang diperkirakan 100 persen selama musim durian tahun ini, sebagian besar akibat cuaca buruk dan tingginya curah hujan. (Sumber: CNA)

Konsultan durian Lim Chin Kee yang memiliki sebuah perkebunan Durian di Raub, Pahang seperti dilaporkan CNA mengatakan, pohon durian membutuhkan minimal 14 hari cuaca kering untuk bunga bisa mulai mekar.

Dengan hujan yang terus-menerus, akan ada pertumbuhan vegetatif tetapi tidak ada bunga di pohon.

“Daun baru akan menyebabkan gugurnya bunga. Hujan terlalu deras,” katanya, seraya menambahkan produksi buah-buahan berkurang 70 persen dibandingkan tahun lalu.

Menurut Lim, ada juga permintaan buah yang tinggi dari China dan masuk akal jika durian dikirim ke pasar yang memberikan harga lebih baik.

Baca Juga: Mengenal Durian Terbaik Asal Indonesia

Penggemar durian Malaysia, terutama mereka yang menyukai varietas premium seperti Musang King dan Black Thorn, harus menghadapi kenaikan harga yang diperkirakan 100 persen selama musim durian tahun ini, sebagian besar akibat cuaca buruk dan tingginya curah hujan. (Sumber: Straits Times)

China adalah tujuan utama durian ekspor Malaysia, diikuti oleh Singapura dan Hong Kong.

Alasan lain yang berkontribusi terhadap harga durian yang lebih tinggi adalah kenaikan tajam dalam biaya pupuk dan akibat banjir dahsyat baru-baru ini, menurut Lim.

Menurut Departemen Statistik Malaysia, konsumsi durian per kapita oleh orang Malaysia adalah 11,1 kg pada tahun 2020.

Pola cuaca saat ini tidak hanya memengaruhi penanam durian, tetapi juga petani buah-buahan lainnya, kata presiden Asosiasi Petani Buah Pahang Melissa Yap.

“Ini memengaruhi semua orang, tetapi itu adalah sesuatu yang tidak dapat kami kendalikan,” katanya, seraya menambahkan ada juga laporan tentang serangga yang memengaruhi pohon durian.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV/Straits Times/CNA


TERBARU