> >

Junta Militer Myanmar akan Bebaskan 1.600 Tahanan pada Perayaan Tahun Baru Tradisional Negara Itu

Kompas dunia | 17 April 2022, 11:06 WIB
Junta Militer Myanmar akan membebaskan lebih dari 1.600 tahanan dari penjara di seluruh negeri pada Minggu (17/4/2022) untuk menandai tahun baru tradisional Myanmar, Thingyan, yang bersamaan dengan Tahun Baru umat Buddha, tanpa merinci apakah mereka yang diampuni adalah pengunjuk rasa atau penjahat biasa (Sumber: Straits Times)

YANGON, KOMPAS.TV - Junta Militer Myanmar akan membebaskan lebih dari 1.600 tahanan dari penjara di seluruh negeri pada Minggu (17/4/2022) untuk menandai tahun baru tradisional Myanmar, Thingyan, yang bersamaan dengan Tahun Baru umat Buddha, tanpa merinci apakah mereka yang diampuni adalah pengunjuk rasa atau penjahat biasa.

Seperti dilaporkan Straits Times, Minggu, (17/4), Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi tahun lalu, memicu protes besar dan tindakan keras yang mematikan.

Sekitar 1.619 tahanan, termasuk 42 orang asing mendapat ampunan dan akan dibebaskan untuk menandai tahun baru, menurut pengumuman yang disiarkan oleh TV pemerintah Minggu pagi.

Masih belum jelas apakah pengunjuk rasa anti-junta atau jurnalis yang dipenjara karena meliput kudeta akan termasuk di antara mereka yang dibebaskan.

Juga tidak disebutkan tentang akademisi Australia Sean Turnell, mantan penasihat pemimpin terguling Aung San Suu Kyi, yang ditangkap tak lama setelah kudeta.

Turnell saat ini diadili karena diduga melanggar undang-undang kerahasiaan, yang berisiko hukuman penjara maksimum 14 tahun.

Rincian pasti dari dugaan pelanggarannya belum dipublikasikan, meskipun televisi pemerintah mengatakan dia memiliki akses ke informasi keuangan rahasia negara dan mencoba melarikan diri dari negara itu.

Baca Juga: Junta Militer Myanmar Ancam Musnahkan Semua Penentang Kudeta

Junta Militer Myanmar akan membebaskan lebih dari 1.600 tahanan dari penjara di seluruh negeri pada Minggu (17/4/2022) untuk menandai tahun baru tradisional Myanmar, Thingyan, yang bersamaan dengan Tahun Baru umat Buddha, tanpa merinci apakah mereka yang diampuni adalah pengunjuk rasa atau penjahat biasa (Sumber: Myanmar Tourism)

Myanmar biasanya memberikan amnesti tahunan kepada ribuan tahanan untuk menandai liburan tradisional Tahun Baru Buddhis, yang pada tahun-tahun sebelumnya merupakan urusan yang menggembirakan dengan pertempuran air di seluruh kota.

Namun tahun ini, dimana junta militer melanjutkan tindakan keras berdarah terhadap perbedaan pendapat, jalan-jalan di banyak kota besar menjadi sunyi karena orang-orang memprotes pemerintahan junta.

Tentang Thingyan

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Gading-Persada

Sumber : Straits Times


TERBARU