> >

Belanda Tangkap 3 Warga Malaysia yang Coba Selundupkan Bayi Belut Keluar dari Eropa

Kompas dunia | 14 April 2022, 19:43 WIB
Otoritas perbatasan Belanda menahan 3 warga Malaysia karena berupaya menyelundupkan bayi belut kaca Eropa yang harganya sangat mahal di Asia setelah penggemukan. (Sumber: Netherlands Food and Consumer Product Safety Authority)

DEN HAAG, KOMPAS.TV - Polisi perbatasan Belanda menangkap tiga warga negara Malaysia karena berusaha menyelundupkan ratusan ribu bayi belut melalui bandara Schiphol Amsterdam, Kamis (14/4/2022).

Straits Times melaporkan, pihak berwenang Belanda menyatakan, dua laki-laki dan seorang perempuan itu ditahan pada Senin (11/4). Penahanan itu dilakukan setelah petugas perbatasan di bandara menjadi curiga ketika mereka mencoba membawa delapan koper melalui keamanan bandara, dalam perjalanan menuju Malaysia melalui Portugal.

"Di dalam koper ada tas berisi air dan bayi belut," kata pengawas makanan dan barang Belanda NVWA.

"Inspektur NVWA menemukan 105 kilogram belut kaca. Itu sekitar 300.000 belut," kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan.

"Belut itu akan dilepaskan kembali ke perairan Belanda."

Baca Juga: Cerita Pria yang Masukkan Belut ke Dubur untuk Sembuhkan Sembelit, Belutnya Bablas, Lalu Dioperasi

Belut kaca atau glass eel di Belanda. Kondisi belut khas Eropa ini sekarang sangat kritis dan terancam punah. Otoritas perbatasan Belanda menahan 3 warga Malaysia karena berupaya menyelundupkan bayi belut kaca Eropa yang harganya sangat mahal di Asia setelah penggemukan. (Sumber: Yayasan Belut Eropa)

Selama empat dekade terakhir, populasi belut Eropa yang terancam punah makin anjlok, turun sebanyak 99 persen di beberapa daerah, menurut angka Uni Eropa.

Belut transparan muda, yang dikenal sebagai "belut kaca", sangat dihargai mahal di Asia. Belut-belut itu dapat digemukkan di peternakan, dengan harga melebihi harga kaviar pada pertengahan tahun 2000-an.

Belanda memiliki sejarah panjang dengan belut. Di Amsterdam, penduduk setempat terkenal memulai pemberontakan kecil pada tahun 1886 setelah polisi mencoba menindak pemain lokal yang mencoba memisahkan belut yang tergantung di jembatan sambil berdiri di atas kapal.

Belut asap (yang dulunya diasap dan dijual langsung dari perahu nelayan) masih menjadi makanan lezat khas Belanda.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Straits Times


TERBARU