> >

Putin Ancam Rusia Tutup Pasokan Gas Jika Tak Dibayar dengan Rubel: Kami Bukan Bersedekah

Krisis rusia ukraina | 1 April 2022, 11:10 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin. Ternyata Putin mengancam akan menutup pasokan gas jika negara-negara asing tak bersahabat tak mau membayar dengan rubel. (Sumber: Mikhail Klimentyev, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

MOSKOW, KOMPAS.TV - Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan menutup pasokan gas jika negara-negara asing tak bersahabat karena tak mau membayar dengan rubel.

Putin sebelumnya telah menandatangani dekrit yang menegaskan negara pembeli gas harus membuka rekening rubel di bank Rusia sejak Jumat (1/4/2022).

Permintaan Putin ini dinilai sebagai aksi untuk meningkatkan nilai rubel, yang sempat terpukul oleh sanksi Barat.

Dengan dekrit yang dikeluarkan itu maka negara asing yang membeli gas Rusia harus membuka rekening di bank Rusia, Gazprombank dan mentransfer euro atas dolar AS ke bank tersebut.

Baca Juga: Tolak Putin Datang ke KTT G20 di Bali, Trudeau Ingatkan Jokowi

Setelahnya, Gazprombank akan menukarkannya ke rubel yang kemudian digunakan sebagai pembayaran untuk gas.

“Tak ada yang menjual apa pun kepada kami dengan gratis, dan kami juga tidak akan bersedekah. Itu saja, kontrak yang berjalan akan dihentikan,” ancam Putin dikutip dari BBC.

Menurut pengamat dan peneliti dari Institut Studi Energi Oxford, Jack Sharples, meski pembayaran gas dengan rubel efektif pada Jumat, pembeli Eropa tak akan membayarnya hingga pertengahan Mei.

Menurutnya, hal itu tak akan menjadi ancaman segera bagi suplai gas.

Putin mengatakan peralihan pembelian ke mata uang rubel dimaksudkan untuk memperkuat kedaulatan Rusia.

Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada

Sumber : BBC


TERBARU