> >

Rusia Siagakan Nuklir untuk Cegah Intervensi Barat di Ukraina

Krisis rusia ukraina | 24 Maret 2022, 07:51 WIB
Peluru kendali Rusia, RS-28 Sarmat. Kepala Badan Antariksa Rusia Roscosmos, Dmitry Rogozin mengatakan persenjataan nuklir Rusia akan menghalangi Barat untuk ikut campur alam perang di Ukraina, seperti dilaporkan Associated Press, Kamis, (24/3/2022). (Sumber: Missile Under)

MOSKOW, KOMPAS.TV - Kepala Badan Antariksa Rusia Roscosmos Dmitry Rogozin mengatakan, persenjataan nuklir Rusia akan menghalangi Barat untuk ikut campur dalam perang di Ukraina, seperti dilaporkan Associated Press, Kamis (24/3/2022).

Pidato Dmitry Rogozin yang disiarkan televisi pada Rabu (23/3/2022) mengatakan, cadangan senjata nuklir Rusia di antaranya termasuk senjata nuklir taktis dan rudal balistik antarbenua berhulu ledak nuklir.

Rogozin mengutip peringatan Presiden Rusia Vladimir Putin agar negara lain untuk tidak ikut campur dengan tindakan Rusia di Ukraina.

“Federasi Rusia mampu secara fisik menghancurkan agresor atau kelompok agresor mana pun dalam hitungan menit dari dalam jarak berapa pun,” kata Rogozin.

Putin memperingatkan Barat, upaya untuk memperkenalkan zona larangan terbang atau no-fly-zone di atas Ukraina akan menarik Barat ke dalam konflik dengan Rusia.

Baca Juga: Putin Ditakutkan Mulai Gunakan Senjata Nuklir, Gara-gara Rusia Kesulitan Hadapi Ukraina

Sistem peluru kendali nuklir balistik antarbenua Yars RS-24 Rusia. Kepala Badan Antariksa Rusia Roscosmos, Dmitry Rogozin mengatakan persenjataan nuklir Rusia akan menghalangi Barat untuk ikut campur alam perang di Ukraina, seperti dilaporkan Associated Press, Kamis, (24/3/2022).  (Sumber: Foreign Policy Magazine)

Rogozin dalam komentarnya pada Rabu tidak memerinci tindakan Barat yang seperti apa secara spesifik, yang akan dilihat sebagai campur tangan Barat dalam konflik.

Pernyataan Rogozin muncul di tengah kekhawatiran Barat bahwa Rusia dapat menggunakan senjata nuklir tempur melawan Ukraina di tengah mandeknya serangan Rusia.

Para pejabat Amerika Serikat lama memperingatkan, doktrin militer Rusia punya opsi “melakukan eskalasi agar bisa melakukan de-eskalasi” yaitu menggunakan senjata nuklir medan perang (eskalasi) untuk memaksa musuh mundur (de-eskalasi) dalam situasi saat pasukan Rusia menghadapi kekalahan dalam konflik konvensional.

Moskow membantah memiliki desain seperti itu.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV/Associated Press


TERBARU