> >

Ukraina: Posisi Negosiasi Rusia Kini Lebih Realistis, Tuntutannya Tidak Berubah

Krisis rusia ukraina | 16 Maret 2022, 19:33 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara di Kiev, Ukraina, pada Rabu pagi, 16 Maret 2022. Zelensky mengatakan, tuntutan Rusia selama negosiasi menjadi lebih realistis setelah hampir tiga minggu perang. (Sumber: Ukraine Presidential Office)

KIEV, KOMPAS.TV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Rabu (16/3/2022) mengatakan posisi negosiasi Rusia semakin "lebih realistis". Ini diungkapkan Zelensky dalam pesan yang disiarkan televisi dan dikutip CNN.

Dalam pidatonya, Zelensky menekankan perlunya Ukraina untuk "terus berjuang", seraya memberikan catatan yang lebih positif pada negosiasi yang berlangsung dengan Rusia.

"Pertemuan sedang berlangsung, saya diberitahu bahwa posisinya terdengar lebih realistis," kata Zelensky.

Dia mengatakan lebih banyak waktu diperlukan untuk pembicaraan, yang diadakan melalui konferensi video.

"Upaya masih diperlukan, kesabaran diperlukan," katanya dalam pidato video malam hari untuk bangsanya, sambil menekankan, "Setiap perang harus berakhir dengan kesepakatan"

Menurut delegasi Ukraina, pembicaraan antara kedua negara akan dimulai kembali setelah dihentikan pada Selasa (15/3) malam.

Baca Juga: Ukraina Sinyalkan Batal Jadi Anggota NATO, Titik Balik Penting Konflik dengan Rusia, Ini Alasannya

Kepala delegasi Rusia Vladimir Medinsky hari Rabu (16/3/2022) seperti dikutip RIA Novosti mengatakan, tujuan Rusia dalam perundingan dengan Ukraina tidak berubah sejak pembicaraan dimulai. Moskow ingin Ukraina yang damai, bebas, independen dan netral. (Sumber: Maxim Guchek/BelTA Pool Photo via AP)

Namun, kepala juru runding Rusia Vladimir Medinsky mengatakan, tujuan Rusia dalam perundingan dengan Ukraina tidak berubah sejak pembicaraan antara kedua belah pihak dimulai.

Medinsky, seorang pembantu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, mengatakan Moskow ingin Ukraina yang “damai, bebas, independen dan netral”.

"Tujuan Rusia dalam negosiasi ini persis sama dengan tujuan Rusia yang ditetapkan pada awal operasi militer khusus," kata Medinsky seperti dikutip oleh media pemerintah RIA Novosti, Rabu (16/3).

“Kami membutuhkan Ukraina yang damai, bebas, independen, dan netral, bukan anggota blok militer, bukan anggota NATO. Sebuah negara yang adalah sahabat kita, tetangga, dengan siapa kita mengembangkan hubungan bersama, membangun masa depan kita, dan yang bukan basis untuk serangan militer dan ekonomi terhadap negara kita," urainya.

Medinsky menambahkan, pembicaraan Rusia-Ukraina sedang berlangsung, tetapi kondisi perundingan “sulit” dan berjalan “lambat.”

"Tentu saja, kami ingin semuanya terjadi lebih cepat, ini adalah keinginan yang tulus dari pihak Rusia. Kami ingin mencapai perdamaian sesegera mungkin," kata Medinsky.

 

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Vyara-Lestari

Sumber : CNN


TERBARU