> >

AS Ancam Putus Pipa Gas Nord Stream 2 jika Rusia Serang Ukraina

Kompas dunia | 28 Januari 2022, 14:04 WIB
Tiga tentara Ukraina berjalan Katerinivka, Donetsk, dekat perbatasan dengan wilayah separatis pro-Rusia, 7 Desember 2021. Di tengah eskalasi Rusia-Ukraina, Jerman enggan mengikuti langkah negara NATO lain yang mengirim persenjataan. Proyek pipa gas Nord Stream 2 yang akan menjadi jalur ekspor gas Rusia ke Eropa terancam batal jika negeri beruang merah itu menginvasi Ukraina tetangganya. (Sumber: Andriy Dubchak/Associated Press)

WASHINGTON, KOMPAS.TV – Amerika Serikat (AS) telah memperingatkan untuk menghentikan pembukaan pengoperasian pipa gas utama Nord Stream 2 dari Rusia ke Eropa Barat, jika Rusia menginvasi Ukraina.

Pipa gas Nord Stream 2 itu akan melintas dari Rusia ke Jerman. Pada Kamis (27/1/2022), para pejabat Berlin menyatakan, proyek itu terancam sanksi jika Rusia menyerang Ukraina.

Para sekutu Barat mengancam akan menyasar ekonomi Rusia jika negeri beruang merah itu menginvasi tetangganya.

Rusia pun membantah merencanakan serangan ke Ukraina.

Namun, pengerahan puluhan ribu pasukan Rusia di perbatasan Ukraina selama beberapa pekan belakangan telah meningkatkan ketegangan di kawasan itu.

Pun, mempertebal ketakutan akan adanya invasi.

Baca Juga: Perusahaan Besar AS Tekan Joe Biden dan Kongres untuk Berhati-hati Jatuhkan Sanksi Rusia

“Saya ingin (menyatakan) dengan sangat jelas: jika Rusia menginvasi Ukraina dengan satu cara atau cara lainnya, (proyek) Nord Stream 2 tidak akan berjalan maju,” ujar juru bicara departemen luar negeri AS Ned Price pada NPR, seperti dikutip dari BBC, Jumat (28/1/2022).

Namun, Price menolak memaparkan secara detail bagaimana proyek itu akan dihentikan, atau apakah AS memiliki kekuatan untuk membatalkan proyek itu.

“Kami akan bekerja dengan Jerman untuk memastikan (proyek) itu tidak bergerak maju,” ujar Price.

Namun, kendati AS bersikeras akan menghentikan pembukaan pipa sepenuhnya, Jerman hanya menyatakan bahwa pihaknya tak mengesampingkan sanksi terhadap proyek itu.

Penulis : Vyara Lestari Editor : Gading-Persada

Sumber : BBC


TERBARU