> >

Ratusan Anak Belasan Tahun Terjebak Pertempuran ISIS Versus Pasukan Kurdi di Penjara Suriah

Kompas dunia | 24 Januari 2022, 21:36 WIB
Pasukan Kurdi memasuki penjara Ghwayran, Al-Hasakah, Suriah pada Minggu (23/1/2022). Pasukan Kurdi berupaya mengontrol kembali penjara yang sempat dijebol ISIS itu. (Sumber: Hogir Al-Abdo/Associated Press)

AL-HASAKAH, KOMPAS.TV - ISIS menyerbu penjara Al-Hasakah, Suriah yang dikelola otoritas Kurdi pada Kamis (20/1/2022) lalu. Penyerbuan ini memicu pertempuran sengit selama berhari-hari.

Serangan ISIS pun membuat nasib anak-anak yang berada di penjara itu dikhawatirkan. Diperkirakan ada hampir 850 anak belasan tahun, paling muda 12 tahun, yang terjebak pertempuran ISIS di penjara Ghwayran.

Sebagaimana diwartakan BBC, Senin (24/1/2022), setidaknya 136 orang tewas usai penyerbuan ISIS. Kelompok militan itu berupaya membebaskan rekan-rekannya yang ditahan Kurdi.

Terdapat ribuan terduga kombatan ISIS di penjara tersebut. Mereka ditahan usai aliansi Syrian Democratic Forces (SDF) mengalahkan ISIS di wilayah itu pada 2019.

Baca Juga: Pertempuran Sengit di Suriah Utara saat Pasukan Kurdi Balik Menyerbu Penjara yang Dijebol ISIS

Sekitar 100 kombatan ISIS melancarkan serangan kejutan ke penjara, memicu pertempuran sengit di dalam dan luar kompleks.

Pasukan Kurdi berupaya menguasai kembali penjara. Mereka pun dibantu serangan udara pasukan koalisi Amerika Serikat.

Menurut Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), hingga berita ini diturunkan, 84 kombatan ISIS tewas. Sedangkan korban lain adalah tujuh warga sipil dan 45 pasukan serta penjaga penjara Kurdi.

UNICEF menyampaikan kekhawatirannya atas nasib anak-anak di tengah pertempuran. Anak-anak itu disebut berada dalam “risiko serius”.

“Sepanjang pertempuran berlangsung, risiko anak-anak terluka atau dipaksa gabung (ISIS) meningkat,” tulis pernyataan UNICEF.

Ratusan anak di bawah umur tersebut ditahan Kurdi karena diduga terkait ISIS.

Dalam pertempuran, pasukan Kurdi menyebut pasukan ISIS bersembunyi di asrama anak-anak.

ISIS disebut menggunakan anak di bawah umur sebagai “tameng manusia”. Mereka memperingatkan ISIS akan bertanggung jawab jika anak-anak terluka.

ISIS sendiri diketahui sering merekrut anak-anak secara paksa, menyuruhnya menjalankan misi bom bunuh diri atau membunuh tahanan.

Ratusan anak-anak tersebut ditahan bersama ribuan kombatan di penjara. Diperkirakan ada sekitar 3.500 kombatan ISIS di penjara Ghwayran, termasuk sejumlah pemimpin kombatan.

Baca Juga: Berlanjut hingga Hari Keempat, Pasukan ISIS Bertempur dengan Pasukan Demokratik Suriah!


 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : BBC


TERBARU