> >

Slovenia Ingin Meningkatkan Hubungan Diplomatik dengan Taiwan, China Marah

Kompas dunia | 20 Januari 2022, 11:07 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, mengecam keputusan Slovenia yang ingin memperdalam hubungan diplomatik dengan Taiwan., Rabu (19/1/2022) (Sumber: AP Photo/Liu Zheng)

BEIJING, KOMPAS.TV - China marah  setelah mendengar Slovenia ingin meningkatkan hubungan diplomatiknya dengan Taiwan.

China pun mengutuk keras rencana dari negara pecahan Yugoslavia tersebut, Rabu (19/1/2022).

Langkah Slovenia itu kemungkinan akan memicu pembalasan diplomatik dan ekonomi China terhadap negara kecil di Eropa itu.

Juru Bicara Menteri Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan China terkejut dengan hal itu dan dengan tegas menentangnya.

Baca Juga: Peringatkan Ukraina, Menlu AS Antony Blinken: Rusia Bisa Menyerang dalam Waktu Dekat

Namun, ia tak segera mengungkapkan secara langsung bagaimana Beijing akan merespons hal itu.

“Ini adalah pernyataan berbahaya yang dibuat oleh pemimpin Slovenia yang secara terang-terangan menentang prinsip Satu-China, dan mendukung kemerdekaan Taiwan,” tuturnya dilansir dari Nikkei Asia.

China terus mengklaim Taiwan sebagai wilayah mereka, dan menegaskan bakal mengambil kontrol dengan paksaan jika perlu.

Mereka juga telah meningkatkan tekanan diplomatik di pulau itu memaksa Taiwan masuk dalam konsensi politik.

“Tidak ada yang boleh meremehkan tekad, kemauan dan kemampuan yang kuat dari rakyat China untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan keutuhan wilayah,” kata Zhang.

Sebelumnya, Perdana Menteri Slovenia, Janez Jansa pada Senin (17/1/2022), mengungkapkan Slovenia dan Taiwan sedang bekerja untuk membangun pertukaran perwakilan.

Dikutip dari Politico, Jansa menegaskan hal itu tidak hanya akan menjadi tingkat kedutaan, tetapi menjadi level yang sama dari anggota Uni Eropa (UE) dengan Taiwan.

Hal itu juga dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri Taiwan, Selasa (18/1/2022).

Mereka mengungkapkan telah memiliki rencana dengan Slovenia untuk menyiapkan kantor perdagangan di wilayah masing-masing.

Langkah Slovenia ini mengikuti Lithuania yang sebelumnya telah mengizinkan Taiwan membuka kantor perwakilan dengan nama Taiwan, daripada China Taipei, yang biasa digunakan dalam konvensi diplomatik.

Pejabat Amerika Serikat (AS) dan Lithuania, mengatakan China telah memblokir impor ke Lithuania sejak pemerintah Taiwan diizinkan membuka kantor perdagangan di sana dengan nama Taiwan.

Baca Juga: Presiden China Xi Jinping Desak Kerja Sama dan Tolak Mentalitas Perang Dingin di Forum Ekonomi Dunia

AS dan sebagian besar pemerintah lainnya, termasuk Lithuania, hanya memiliki hubungan diplomatik dengan Beijing.

Meski begitu, mereka mempertahankan hubungan politik komersial dan informal dengan pemerintah Taiwan.

Sebagian besar negara menyetujui tekanan China, dengan mewajibkan entitas Taiwan untuk beroperasi dengan nama China Taipei.

Tekanan China sendiri telah mengurangi jumlah negara yang memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan menjadi hanya 14 negara.

Penulis : Haryo Jati Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Nikkei Asia/Politico


TERBARU