> >

Tsunami Tonga, 4 WNI Belum Dapat Dihubungi

Kompas dunia | 16 Januari 2022, 03:12 WIB
Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Wellington Reza Reflusmen Junior (tengah) menyatakan telah melakukan kontak dengan WNI di Tonga pada Sabtu (15/1/2021), namun setelah itu WNI tersebut tidak dapat dihubungi kembali karena fasilitas komunikasi di Tonga terganggu akibat tsunami. Tonga merupakan salah satu wilayah kerja yang berada di bawah koordinasi KBRI Wellington. (Sumber: KBRI Wellington.)

WELLINGTON, KOMPAS.TV – Tsunami yang melanda Tonga, sebuah negara di Pasifik pada Sabtu (15/1/2021), membuat fasilitas komunikasi di negara tersebut terganggu. WNI yang berada di Tonga sulit dihubungi untuk diketahui kondisi mereka.

“Ada empat WNI terdaftar di Tonga, yang terakhir kali dapat saya hubungi pada Sabtu, pukul 18.37 waktu Selandia Baru. Setelah itu kami tidak bisa menghubungi mereka lagi,” ujar Reza Reflusmen Junior, Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Wellington kepada Kompas TV, Minggu (16/1/2021).

Menurut Reza, WNI yang dihubunginya bernama Thomas Egbert. Dalam komunikasi terakhir dengannya, Thomas mengabarkan bahwa air laut telah masuk ke rumahnya. 

Baca Juga: Letusan Gunung Api Tonga Sempat Bunyikan Peringatan Tsunami sampai Alaska dan Pantai Barat Amerika

“Air laut masuk ke rumah, ada peringatan tsunami dan kami harus evakuasi. (Saya) sibuk dengan dua WNI lainnya,” ujar Thomas dalam pesan whatsappnya kepada Reza.

Belum diketahui siapa WNI yang sedang dievakuasi bersama Thomas dalam pesan whatsapp-nya itu. Setelah mengirim pesan tersebut, Thomas dan WNI lainnya belum dapat dihubungi lagi oleh KBRI Wellington. Tonga merupakan salah satu wilayah kerja yang berada di bawah koordinasi KBRI Wellington.

Berita di Tonga hanya tersedia melalui komunikasi radio Tonga Meteotological Service, National Emergency Management Office (NEMO) dan His Majesty’s Armed Force (HMAF). Menurut Reza, hingga kini KBRI Wellington masih terus memantau komunikasi dari sumber-sumber ini dan masih terus mencoba menghubungi WNI di Tonga.

Selain Thomas, terpantau ada tiga WNI lain yang bekerja di Tonga sebagai anak buah kapal (ABK). Namun lokasi mereka sering berpindah-pindah karena bekerja di kapal ikan.

Baca Juga: Suara Letusan Gunung Api di Tonga yang Picu Tsunami Terdengar hingga Selandia Baru dan Australia

Sementara itu, otoritas nasional Selandia Baru, National Emergency Management Agency New Zealand, telah mengeluarkan peringatan agar warga Selandia Baru menjauh dari tepi pantai hingga pukul 4 pagi hari Minggu. Pemerintah Selandia Baru mengkhawatirkan adanya efek dari letusan gunung api di Tonga. 

Penulis : Tussie Ayu Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU