> >

Inggris Catat Kematian Akibat Covid-19 Tembus 150.000 Jiwa Sejak Dimulainya Pandemi

Kompas dunia | 9 Januari 2022, 08:08 WIB
Seorang pasien tiba di Rumah Sakit Royal London pada 6 Januari 2022 saat Inggris mencatat lonjakan kasus Covid-19. (Sumber: AP Photo/Matt Dunham)

LONDON, KOMPAS.TV - Jumlah kematian resmi Inggris selama pandemi Covid-19 naik di atas 150.000 jiwa pada Sabtu (8/1/2022) seperti dicatat pemerintah setempat menyusul rekor gelombang kasus yang disebabkan oleh varian Omicron.

Seperti dilaporkan France24, Minggu (9/1), sekitar 313 kematian dalam 28 hari setelah tes Covid-19 positif dilaporkan pada Sabtu kemarin menjadikan jumlah total kematian pada tindakan ini menjadi 150.057.

Ukuran kematian yang lebih luas tetapi kurang tepat waktu dengan Covid-19 pada sertifikat kematian, yang mencakup kematian di awal pandemi ketika pengujian terbatas, mencapai 173.248 jiwa pada data terakhir tanggal 24 Desember.

"Virus corona merenggut korban yang mengerikan di negara kita dan hari ini jumlah kematian yang tercatat telah mencapai 150.000," kata Perdana Menteri Boris Johnson dalam sebuah pernyataan.

"Jalan keluar kita dari pandemi ini adalah agar semua orang mendapatkan booster atau dosis pertama atau kedua jika belum."

Inggris telah melihat lonjakan kasus yang terkait dengan virus Corona varian Omicron dalam beberapa pekan terakhir, meskipun tingkat kematian lebih rendah daripada selama gelombang infeksi sebelumnya.

Baca Juga: Kasus Flu Burung pada Manusia Terdeteksi, Pemerintah Inggris Lakukan Tindakan Pencegahan

Glynn Steel, pria Inggris dan seorang vegan yang anti-vaksin menyesal tak mau divaksin hingga akhirnya ia meninggal karena Covid-19 (Sumber: Emma Steel/SWNS)

Pemerintah Inggris saat ini fokus meluncurkan vaksinasi booster atau suntikan ketiga vaksin Covid-19 yang telah mencapai lebih dari 60 persen populasi, daripada mengharuskan kembalinya tindakan pembatasan sosial yang diberlakukan sebelumnya selama pandemi.

Sekitar 1,227 juta orang dinyatakan positif Covid-19 selama tujuh hari terakhir, 11persen lebih tinggi dari minggu sebelumnya, sementara jumlah kematian mingguan naik 38 persen pada minggu sebelumnya di 1.271.

Ada tanda-tanda tentatif bahwa jumlah kasus baru mungkin telah mencapai puncaknya, dengan 146.390 kasus baru dilaporkan pada hari Sabtu, turun dari rekor 218.724 yang tercatat pada 4 Januari.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Gading-Persada

Sumber : France24


TERBARU