> >

Sering Batuk dan Pilek, 3 Singa Dikarantina karena Positif Covid-19

Kompas dunia | 30 Desember 2021, 14:59 WIB
Ilustrasi Singa. (Sumber: AP Photo)

LOUISIANA, KOMPAS.TV - Tiga singa di Kebun Binatang Audoborn, New Orleans, Louisiana, Amerika Serikat (AS) dikarantina setelah dinyatakan positif Covid-19.

Ketiganya dites Covid-19 karena sering batuk dan juga mengalami pilek, setelah cairan kerap terlihat keluar dari hidung mereka.

Hal itu diungkapkan oleh pihak Kebun Binatang Audoborn, Rabu (29/12/2021).

Kebun binatang tersebut saat ini memiliki enam singa yang mereka pelihara.

Baca Juga: Heboh Anak Kambing Berwajah seperti Manusia di India

Pihak kebun binatang memperkirakan bahwa seorang karyawan tanpa gejala mungkin telah menularkan dan menginfeksi beberapa singa yang mereka pelihara.

Namun, semua petugas kebun binatang telah divaksinasi dan menggunakan masker N95 atau KN95 saat bekerja.

Hal ini berarti infeksi tetap bisa menyebar meski sudah diterapkan langkah-langkah keamanan.

Ketiga singa yang positif Covid adalah, Arnold, Asani dan Kali.

Dikutip dari Express, sampel hidung dan feses dari ketiga singa yang bergejala dikumpulkan dan diuji di Laboratorium Diagnostik Penyakit Hewan (LADDL) di Baton Rouge, yang kemundian mengonfirmasi adanya virus Corona.

Mereka saat ini telah diisolasi dan hanya menunjukkan gejala ringan.

“Semua singa sterus memiliki rasa lapar yang normal dan baik-baik saja. Mereka menunjukkan beberapa gejala selain batuk, bersin dan pilek. Mereka saat ini dikarantina di habitatnya,” tutur Dokter Hewan Senior Kebun Binatang, Bob MacLean.

Baca Juga: Ancam Bakar Rumah Ayahnya Jika Tak Dibelikan Burger, Pria di Malaysia Ditangkap Polisi

“Dokter hewan saat ini mengawasi keenam singa dari dekat, dan akan merawat jika gejala serius meningkat,” tambahnya.

Dokter MacLean pun mengungkapkan semua gejala singa-singa itu ringan, dan tak diperlukan adanya pengobatan.

“Kami bersiap melakukan perawatan jika ada tanda-tanda atau adanya masalah kenyamanan pada hewan,” tuturnya.

“Kebun Binatang Audoborn selalu memiliki protokol biosekuriti dan mengadopsi protokol yang lebih tinggi di sekitar hewan yang rentan,” lanjutnya.

Penulis : Haryo Jati Editor : Purwanto

Sumber : Express


TERBARU