> >

Eropa Diterjang Gelombang Covid-19, Kebijakan Pembatasan Justru Ditentang Demo Besar

Kompas dunia | 21 November 2021, 23:29 WIB
Demonstran membentangkan spanduk dan menyalakan flare dalam aksi menolak kebijakan pembatasan terkait Covid-19 di Wina, Austria pada Sabtu (20/11/2021). (Sumber: Florian Schroetter/Associated Press)

WINA, KOMPAS.TV - Puluhan ribu orang berdemonstrasi menentang kebijakan pembatasan terkait Covid-19 di negara-negara Eropa sepekan belakangan.

Menurut laporan Associated Press, pada Sabtu (20/11/2021), demonstrasi terjadi di Austria, Swiss, Kroasia, Italia, Irlandia Utara, serta Belanda.

Pada Minggu (21/11), puluhan ribu orang terjun menentang kebijakan pembatasan di Brussels, Belgia.

Eropa sendiri didera lonjakan kasus Covid-19 sebulan belakangan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahkan memperingatkan bahwa Benua Biru menjadi episentrum pandemi.

Baca Juga: Penularan Covid-19 di Eropa dan Asia Meningkat, Bagaimana Indonesia?

Kebanyakan demonstran mengusung narasi “kebebasan” untuk menentang kebijakan pembatasan atau vaksinasi.

Sejumlah demonstrasi berujung ricuh. Di Belanda, demonstran di berbagai kota berbuat onar dan polisi menangkap setidaknya 30 orang.

Kericuhan juga terjadi di Wina, Austria. Ribuan demonstran menentang kebijakan pembatasan dan kewajiban vaksinasi mulai tahun depan.

Austria sendiri merupakan negara Eropa Barat dengan tingkat vaksinasi terendah, yakni 66 persen dari 8,9 juta jiwa. 

Kasus Covid-19 di Austria pun naik sejak Oktober 2021, mencetak rekor baru hampir setiap hari pada November.

Di Belanda, kebijakan pembatasan dan demonstrasi terhadapnya menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Masyarakat pun diminta tak terpolarisasi lebih jauh.

“Kebijakan (pembatasan) ini menimbulkan banyak konflik di kalangan masyarakat. Saya pikir penting untuk mereka yang sudah divaksinasi dan tidak divaksinasi untuk kembali berteman,” kata Hugo Gietelink, warga Amsterdam kepada Associated Press.

Baca Juga: Update: Demo Tolak Lockdown Belanda di Kota Amsterdam


 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Associated Press


TERBARU