> >

Junta Militer Myanmar Mulai Adem, Kini Nyatakan Komitmen atas 5 Poin Rencana ASEAN

Kompas dunia | 24 Oktober 2021, 15:33 WIB
Panglima Tertinggi Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing. Junta militer Myanmar, Minggu (24/10/2021), berjanji untuk bekerja sama "semaksimal mungkin" dengan rencana perdamaian yang disepakati dengan ASEAN meskipun junta militer mengeluarkan penolakan terbuka atas keputusan ASEAN yang mengesampingkan pemimpin junta dari KTT ASEAN. (Sumber: AP Photo)

Junta bersikeras banyak dari mereka yang terbunuh atau ditahan adalah "teroris" yang bertekad untuk mengacaukan negara. Komandan junta militer pekan lalu mengatakan pasukan oposisi terus memperpanjang kerusuhan.

Utusan khusus ASEAN, Erywan Yusof dari Brunei Darussalam, meminta akses penuh, termasuk untuk bertemu langsung dengan pemimpin terguling Aung San Suu Kyi. Tetapi pemerintah militer mengatakan itu tidak mungkin karena dia ditahan dan didakwa dengan kejahatan.

Junta memperingatkan Erywan untuk tidak terlibat dengan pasukan oposisi yang kini telah dilarang, termasuk Pemerintah Persatuan Nasional, aliansi pro-demokrasi dan kelompok etnis bersenjata, kata media Jepang, NHK, yang mengutip laporan yang tidak dipublikasikan.

Seorang juru bicara militer Myanmar dan kantor Erywan tidak segera menanggapi permintaan komentar terpisah pada Minggu tentang peringatan yang dilaporkan.

Dalam pengumuman pada Minggu, para penguasa Myanmar pertama-tama menegaskan kembali rencana lima poin mereka sendiri untuk memulihkan demokrasi, yang mereka umumkan setelah kudeta.

Junta militer Myanmar bersikeras mengatakan mereka adalah otoritas yang sah di Myanmar dan penggulingan pemerintah Suu Kyi bukanlah kudeta, tetapi intervensi yang diperlukan dan sah terhadap ancaman kedaulatan yang ditimbulkan oleh partai Suu Kyi, yang dikatakan memenangi pemilihan curang tahun lalu.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV/Straits Times


TERBARU