> >

Hasil Referendum di Swiss Tunjukkan Dukungan Kuat bagi Pernikahan Sesama Jenis

Kompas dunia | 26 September 2021, 19:21 WIB
Referendum di Swiss tunjukkan rakyat negara itu beri dukungan kuat atas rencana pemerintah Swiss akui pernikahan sesama jenis berbentuk ikatan pernikahan sipil yang setara dengan pernikahan normal dalam hukum negara. (Sumber: Straits Times via AFP)

Perubahan hukum akan memungkinkan pasangan sesama jenis menikah dalam upacara sipil, dan memberi mereka hak yang sama seperti pasangan menikah lainnya.

Pasangan asing akan memenuhi syarat untuk mengajukan kewarganegaraan melalui prosedur yang disederhanakan, dan pasangan sesama jenis akan diizinkan untuk mengadopsi anak secara bersama.

Dan, dalam aspek yang paling kontroversial dari kampanye referendum, pasangan lesbian akan memiliki akses ke donasi sperma.

Baca Juga: 3 Pelajar di Tegal Cabuli Lima Teman Bermain, Polisi: Akibat Lihat Konten Dewasa Sesama Jenis

Para penentang kemitraan sipil pasangan sesama jenis menempelkan poster di kota-kota Swiss yang mengecam komodifikasi anak-anak dan memperingatkan bahwa undang-undang itu akan "membunuh ayah".

Salah satu poster menunjukkan bayi yang menangis dengan telinga yang ditandai seperti sapi, dan pertanyaan: "Bayi sesuai permintaan?"

Poster lain menampilkan kepala besar seperti zombie, yang dimaksudkan untuk mewakili ayah yang sudah meninggal, tetapi poster itu ditutupi karena dikuatirkan akan membuat takut murid-murid sekolah dasar dekat lokasi poster di Wallis selatan, Swiss.

Pemungutan suara kedua diadakan bersamaan dengan referendum, atas inisiatif yang diajukan oleh sayap pemuda Partai Sosialis, berjudul "Kurangi pajak atas upah, pajak modal secara adil".

Pendukung inisiatif yang disebut "99 persen" menginginkan pajak yang lebih besar atas pendapatan modal tingkat tinggi, dengan ambang batas yang akan ditetapkan oleh Parlemen.

Pendapatan yang dihasilkan akan digunakan untuk mengurangi pajak penghasilan bagi mereka yang kurang mampu.

GFS Bern memproyeksikan inisiatif tersebut ditolak, dengan hanya 34 persen yang mendukung proposal tersebut.

 

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV/Straits Times/AFP


TERBARU