> >

Amerika Serikat Hampir Capai Kesepakatan Beli 500 Juta Dosis Vaksin Covid-19 untuk Negara Miskin

Kompas dunia | 19 September 2021, 23:12 WIB
Amerika Serikat sedang bernegosiasi dengan Pfizer untuk membeli 500 juta dosis vaksin Covid-19 tambahan untuk disumbangkan secara global, seperti dilansir Bloomberg, 19 September 2021. (Sumber: Straits Times via Bloomberg)

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Pemerintahan Joe Biden di Amerika Serikat sedang bernegosiasi dengan Pfizer untuk membeli 500 juta dosis vaksin Covid-19 tambahan untuk disumbangkan secara global.

Hal tersebut diungkapkan seseorang yang mengetahui masalah tersebut kepada Bloomberg seperti yang dilaporkan media tersebut, Minggu (19/09/2020), dilansir Straits Times. 

Bila tercapai kesepakatan, Amerika Serikat berarti menggandakan komitmen untuk membantu negara-negara miskin dalam pemenuhan vaksin Covid-19.

Kesepakatan diharapkan akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang, menjelang pertemuan puncak Covid-19 dunia yang diusulkan Biden untuk digelar di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, menurut orang tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim karena informasinya belum diumumkan secara resmi.

Pemerintahan Joe Biden mencapai kesepakatan yang hampir sama dengan bulan Agustus, dan Pfizer telah mengirimkan dosis tersebut ke program vaksin internasional Covax.

Program ini dipandang lambat mengirimkan vaksin Covid-19 ke negara-negara peserta, membuat banyak negara miskin yang hanya mampu memvaksinasi sebagian kecil dari populasi mereka.

"Presiden telah menegaskan kami akan melakukan lebih banyak lagi untuk membantu memimpin dunia untuk membuat dunia divaksinasi," kata Jeff Zients, koordinator tanggap Covid-19 Gedung Putih, Jumat (17/09/2021) lalu.

Baca Juga: Indonesia Kembali Terima Vaksin Pfizer Sebanyak 1,1 Juta Dosis dari AS

Ilustrasi vaksin Covid-19 Pfizer berbasis mRNA. Amerika Serikat sedang bernegosiasi dengan Pfizer untuk membeli 500 juta dosis vaksin Covid-19 tambahan untuk disumbangkan secara global, seperti dilansir Bloomberg, 19 September 2021. (Sumber: SHUTTERSTOCK/ lupmotion)

Rincian perjanjian dilaporkan sebelumnya oleh The New York Times.

Sementara donasi vaksin dipandang sebagai manuver diplomatik penting oleh Amerika Serikat, vaksinasi yang luas dari populasi global juga akan membantu mengurangi kemungkinan mutasi yang dapat lolos dari perlindungan vaksin yang melindungi orang Amerika Serikat.

Sumbangan besar juga akan membantu menangkis kritik bahwa Amerika Serikat menimbun vaksin Covid-19 untuk memberikan suntikan booster bagi warganya, sementara beberapa bagian dunia berpenghasilan rendah menunggu untuk menjalani vaksinasi pelindung dari virus Corona.

Baca Juga: Hari Ini, Indonesia Terima 1,7 Juta Dosis Vaksin Pfizer dari AS

Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan AS akan memutuskan dalam beberapa hari ke depan tentang apakah mereka akan memberi izin suntikan booster vaksin Covid-19 kepada lansia berusia 65 tahun ke atas dan mereka yang berisiko tinggi kembali tertular virus corona. 

Keputusan tersebut akan diambil setelah panel ahli eksternal mencapai kesimpulan atas pengkajian mereka.

 

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV/Straits Times/Bloomberg


TERBARU