> >

Menkes Malaysia Berbaju Kasual Blusukan ke RS Tanpa Pengawalan, Warga Heboh dan Puji Kinerja

Kompas dunia | 19 September 2021, 06:28 WIB
Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin tahun 2019. Kemarin, Khairy blusukan meninjau kesiapan RS di Kajang tanpa (Sumber: Unreserved Magazine Malaysia)

KAJANG, KOMPAS.TV - Menteri Kesehatan (Menkes) Malaysia, YB Khairy Jamaluddin melakukan kunjungan mendadak ke Rumah Sakit Kajang, Sabtu (18/9/2021) kemarin.

Foto-foto kunjungan mendadak tersebut viral di media sosial dan terungkap bahwa dia hanya membawa satu orang untuk menemaninya.

Seperti dilansir World of Buzz, Khairy Jamaluddin memeriksa kondisi rumah sakit tersebut mengenakan pakaian kasual biasa, bersepatu olah raga dan tanpa protokol resmi. Sang menteri juga terlihat menyapa staf dan melihat situasi di rumah sakit.

Karena kunjungan ini dilakukan selama akhir pekan, netizen menduga kunjungannya pasti tidak diketahui oleh manajemen rumah sakit serta tidak terjadwal.

Secara umum, semua orang memuji YB Khairy atas kunjungan mendadaknya karena sebagian besar waktu, kunjungan yang direncanakan tidak akan menghasilkan hasil yang nyata.

"Salut sekali lagi untuk YB dan mudah-mudahan, manajemen puncak rumah sakit harus waspada dan memperbaiki kondisi rumah sakit mereka," tutur banyak netizen Malaysia.

Baca Juga: Sejarah Baru Bagi Malaysia, Perdana Menteri Mendapat Dukungan Oposisi

Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin terlihat melakukan blusukan ke sebuah RS di Kajang, Malaysia, dengan pakaian kasual dan hanya didampingi satu orang. (Sumber: World of Buzz)

Sementara itu Malaysia segera menerapkan aturan dimana siswa yang tidak mendapatkan izin orang tua untuk vaksinasi Covid-19 tidak diperbolehkan mengikuti kelas tatap muka secara fisik pada tahun ajaran 2022.

Hal inilah yang menjadi salah satu hal yang sedang dikaji Kemendikbud dan Kemenkes, dalam menilai ukuran yang paling tepat untuk kelompok pelajar tersebut.

Wakil Menteri Kesehatan Datuk Dr Noor Azmi Ghazali mengatakan untuk saat ini, sekolah-sekolah akan bekerja untuk membujuk orang tua dan siswa yang menolak untuk disuntik.

"Ini sama dengan masalah yang melibatkan 2.500 guru yang menolak vaksinasi Covid-19."

"Namun, hal ini masih dalam pembahasan. Kami akan mencari solusi terbaik agar proses belajar mengajar aman," katanya kepada Berita Harian.

Kemarin, Dr Noor Azmi mengatakan program vaksinasi untuk remaja berusia antara 12 dan 17 tahun di Tanah Air, khususnya siswa sekolah, akan dimulai pada Senin.

Ketua Gugus Tugas-Remaja Imunisasi Covid-19 (CITF-A) itu menambahka bahwa proses vaksinasi akan dilakukan di halaman sekolah untuk sekolah yang memiliki lebih dari 1.000 siswa.

Baca Juga: Kaum Ibu di Malaysia Menang Gugatan Terhadap Aturan Diskriminatif di Negara Itu

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV/World of Buzz/New Straits Times


TERBARU