> >

Taliban Kecam Serangan Drone AS yang Membunuh Anggota ISIS-K, Dianggap Membahayakan Afghanistan

Kompas dunia | 29 Agustus 2021, 09:00 WIB
Pasukan Taliban menduduki istana presiden Afghanistan di Kabul yang telah ditinggalkan Ashraf Ghani, Minggu (15/8/2021). (Sumber: AP PHOTO/ZABI KARIMI)

KABUL, KOMPAS.TV - Taliban mengecam keras serangan drone Amerika Serikat (AS), yang diluncurkan untuk membunuh anggota ISIS-K perencana bom bunuh diri di Bandara Kabul, Afghanistan.

Taliban beranggapan apa yang dilakukan oleh AS membahayakan wilayah Afghanistan.

Sebelumnya, AS melakukan serangan drone ke wilayah kekuasan ISIS-K di Provinsi Nangarhar di sebelah timur Afghanistan, yang berbatasan dengan Pakistan, Jumat (27/8/2021).

Jaringan teroris ISIS-K merupakan pihak yang mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan bom bunuh diri di Bandara Kabul, Kamis (26/8) lalu.

Baca Juga: Joe Biden Memperingatkan Serangan ke Bandara Kabul Sangat Mungkin Terjadi Lagi

Serangan yang dilakukan AS dikabarkan telah membunuh dua anggota penting ISIS-K yang diyakini sebagai perencana dan fasilitator.

Namun, Taliban mengecam keras sikap yang dilakukan oleh AS.

“Amerika harusnya menginformasikan kepada kami (Taliban) sebelum melakukan serangan udara,” ujar Juru Bicara Taliban kepada Reuters dikutip dari CBC.

Mereka mengatakan dua perempuan dan satu anak-anak terluka karena serangan tersebut.

Baca Juga: Hanya Bawa Baju Satu Kering di Badan, Kisah Warga Afghanistan 3 Hari ke Bandara Kabul Cari Selamat

“Ini jelas serangan ke wilayah Afghanistan,” lanjut sang juru bicara.

Sementara itu Taliban juga dikabarkan telah menangkap sejumlah orang yang dicurigai terlibat dalam ledakan bom bunuh diri di Bandara Kabul.

Serangan bom bunuh diri di Bandara Kabul dilaporkan membuat lebih dari 170 orang terbunuh.

Sebanyak 13 orang di antaranya adalah tentara AS, dan akhirnya membuat Presiden Joe Biden  bersikeras akan memburu pihak yang bertanggung jawab atas insiden itu.

Baca Juga: Taliban Minta Dokter dan Pekerja Medis Perempuan Tetap Bekerja karena Afghanistan Krisis Kesehatan

Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV/CBC


TERBARU