> >

Taliban Kembali Kuasai Afghanistan, Perdagangan Heroin di Eropa Diyakini Bakal Krisis

Kompas dunia | 21 Agustus 2021, 10:27 WIB
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid berbicara pada konferensi pers pertamanya, di Kabul, Afghanistan, Selasa, 17 Agustus 2021. Selama bertahun-tahun, Mujahid adalah sosok bayangan yang mengeluarkan pernyataan atas nama Taliban. (Sumber: AP Photo/Rahmat Gul)

KABUL, KOMPAS.TV - Kembali berkuasanya Taliban di Afghanistan diyakini bakal membuat perdagangan heroin di Eropa mengalami krisis.

Hal tersebut diungkapkan oleh Niko Vorobyov, mantan penjual narkoba yang kini menjadi penulis.

Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid sebelumnya mengungkapkan kesedihan melihat kaum muda Afghanistan yang kecanduan narkoba.

Oleh sebab itu, mereka menegaskan bakal mengakhiri penanaman opium yang juga menjadi pendapatan bagi Afghanistan.

Baca Juga: Afghanistan Memanas Lagi, Pasukan Anti-Taliban Rebut Tiga Distrik di Utara

“Tak akan ada produksi narkoba, penyelundupan narkoba,” kata Zahibullah dikutip dari Daily Star.

“Hari ini kami melihat pemuda kami menggunakan narkoba di dekat dinding. Itu membuat saya sedih bahwa pemuda kami kecanduan. Afghanistan tak akan menjadi lokasi penanaman opium lagi,” tambahnya.

Pada kepemimpinan Taliban di Afghanistan pada awal 2000-an, lokasi penanaman opium berkurang dari 82.000 hektar menjadi hanya 8.000 hektar.

Namun, menurut Vorobyov dalam tulisannya di The Independent, hal itu membuat perdagangan heroin di seluruh Eropa akan mengalami kekisruhan.

Pasalnya, Afghanistan menjadi titik panas dalam bahan baku heroin sejak invasi Uni Sovyet pada 1979.

Penulis : Haryo Jati Editor : Fadhilah

Sumber : Daily Star


TERBARU