> >

Ini Keruwetan Proses Evakuasi di Bandara Internasional Kabul, Afghanistan

Kompas dunia | 19 Agustus 2021, 05:30 WIB
Peta Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan. Hingga Rabu (18/8/2021), proses evakuasi di bandara itu masih terus berlangsung dengan penjagaan pasukan militer internasional NATO. (Sumber: mapcarta.com)

KABUL, KOMPAS.TV – Sejak pasukan Amerika Serikat (AS) dan NATO berhasil membebaskan area landas pacu di bandara internasional Kabul dari ribuan warga Afghanistan nan nekat yang hendak melarikan diri, proses evakuasi kembali berlanjut. Namun, proses evakuasi ribuan warga Afghanistan berstatus imigrasi khusus dan warga negara asing, juga Indonesia itu, bukannya tanpa halangan.

Selain tembakan sporadis yang masih terjadi di sejumlah titik bandara antara pasukan NATO dan Taliban, para warga Afghanistan, asing dan Indonesia pun harus menghadapi keruwetan proses evakuasi yang memakan waktu lama.

Sejak Kabul jatuh ke tangan Taliban pada Minggu (15/8/2021), Otoritas Penerbangan Sipil Afghanistan tak lagi berfungsi. Sejak itu, pasukan militer internasional NATO mengambil alih otoritas bandara, mendukung operasional terminal-terminal di bandara internasional Kabul.

Baca Juga: Bandara Kabul Kacau, Sedikitnya 7 Orang Tewas, AS Kirimkan 1.000 Pasukan Lagi

Pangkalan Udara NATO berpusat di terminal yang terletak di ujung dekat bukit, berseberangan jauh dengan terminal penerbangan sipil bandara. Hal ini diungkap seorang sumber warga negara Indonesia (WNI) yang tengah menanti proses evakuasi di bandara internasional Kabul itu pada Rabu (18/8/2021).

Fasilitas Pangkalan Udara NATO juga dilengkapi dengan frequency jammer atau pengacak sinyal ponsel, terutama di area gerbang masuk dan beberapa fasilitas di dalam pangkalan. Ini berarti, seluruh sinyal ponsel semua operator Afghanistan, termasuk AWCC, MTN, Roshan, Etiasalat akan mengalami hambatan penerimaan dan transmisi.  

“Jika masih memungkinkan, top-up pulsa operator Afghan agar komunikasi bisa dilakukan. Saat sudah di dalam base, nggak ada yang jual pulsa isi ulang Afghan,” tutur sumber WNI yang menolak diidentifikasi dengan alasan keamanan. 

“Paket data agar senantiasa valid dan kuota cukup agar memudahkan WhatsApp calls bisa dilakukan untuk koordinasi,” sarannya.

Baca Juga: Penerbangan Kembali Berlangsung di Bandara Kabul, Afghanistan, Setelah Kemarin Kusut dan Kacau

Proses Evakuasi Ruwet dan Memakan Waktu Lama

Penulis : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU