> >

Junta Militer Myanmar Tawarkan Amnesti bagi Pengunjuk Rasa yang Bersembunyi

Kompas dunia | 7 Agustus 2021, 01:05 WIB
Junta militer Myanmar memberi tawaran amnesti dan pembebasan tuntutan terhadap beberapa pengunjuk rasa yang terlibat dalam demonstrasi atau pemogokan jika mereka melapor ke pihak berwenang, media pemerintah melaporkan pada Jumat, (06/06/2021). (Sumber: AP Photo)

Baca Juga: Indonesia Tegaskan ASEAN Tidak Mengakui Keabsahan Junta Militer Myanmar

Penguasa militer Myanmar Min Aung Hlaing minggu ini berjanji untuk mengadakan pemilihan pada Agustus 2023.

Tak lama setelah kudeta, para pemimpin junta menjanjikan pemilihan umum dalam waktu dua tahun, sehingga referensi itu ditafsirkan oleh beberapa media lokal sebagai perpanjangan jangka waktu pemilihan selama enam bulan.

Sai Tun (33), seorang jurnalis lepas yang bersembunyi dan menghadapi dakwaan berdasarkan pasal 505A setelah mengambil foto saat protes, mengatakan dia juga tidak berencana untuk menyerahkan diri.

"Selama tentara ada di sana, kami akan menjadi buronan," kata Sai Tun, yang kakinya ditembak dalam aksi protes dan menggantungkan harapannya pada milisi lokal penentang militer yang berusaha merebut kembali kekuasaan.

 

 

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV/Straits Times


TERBARU