> >

Junta Militer Myanmar Resmi Batalkan Hasil Pemilu 2020, Enam Bulan Setelah Kudeta Militer

Kompas dunia | 27 Juli 2021, 03:05 WIB
Jenderal Min Aung Hlaing, pemimpin kudeta militer Myanmar. Junta militer Myanmar pada Senin (26/07/2021) resmi membatalkan hasil pemilu 2020 yang dimenangkan oleh partai Aung San Suu Kyi, Liga Nasional Untuk Demokrasi. (Sumber: Myawaddy TV via AP)

YANGON, KOMPAS.TV - Hampir enam bulan setelah menggulingkan pemerintahan pimpinan Aung San Suu Kyi dalam kudeta militer, junta militer Myanmar pada Senin (26/07/2021) resmi membatalkan hasil Pemilu 2020 yang dimenangkan oleh partai Aung San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi.

Seperti laporan France24, Senin (26/07/2021), dalam keputusan itu, junta militer menyatakan pemilu November tahun lalu tidak "bebas dan adil".

Penyelidikan oleh junta militer mengklaim mereka mengungkap lebih dari 11 juta kasus kecurangan dalam pemilihan di mana Liga Nasional untuk Demokrasi pimpinan Suu Kyi mengalahkan oposisi yang bersekutu dengan militer, kata komisi pemilihan junta.

"Mereka (NLD) berusaha merebut kekuasaan negara dari partai dan kandidat non-NLD dengan menyalahgunakan pembatasan Covid-19," kata ketua komisi Thein Soe.

"(Itu) tidak bebas dan adil, itu sebabnya hasil Pemilu 2020 dibatalkan."

Dia tidak mengatakan apakah mereka akan melaksanakan pemilu yang baru di negara berpenduduk 54 juta itu.

Junta militer sebelumnya mengatakan akan mengadakan pemilihan baru dalam waktu dua tahun, tetapi juga mengancam akan membubarkan NLD.

Suu Kyi menjalani tahanan rumah sejak kudeta militer, dan menghadapi serangkaian tuduhan, mulai dari melanggar pembatasan virus corona hingga mengimpor walkie talkie secara ilegal, yang dapat membuatnya dipenjara selama lebih dari satu dekade.

Baca Juga: Jumlah Kematian Akibat Corona di Myanmar Terus Melonjak

Pemimpin terguling Myanmar Aung San Suu Kyi dan staf pribadinya telah divaksinasi penuh terhadap Covid-19 sejak ditahan oleh militer, kata pengacaranya pada Selasa (06/07/2021), (Sumber: Straits Times via Reuters)

Baca Juga: Pemerintah Myanmar Dilaporkan Mengancam akan Tuntut Media Asing yang Sebut Mereka "Junta Militer"

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : France24


TERBARU