> >

Kasus Penularan Covid-19 Melonjak, Thailand Kini Larang Kerumunan di Seluruh Negeri

Kompas dunia | 17 Juli 2021, 13:45 WIB
Seorang wanita melakukan tes penyakit virus corona (Covid-19) gratis setelah mengantri semalam di sebuah kuil di Bangkok, Thailand, Sabtu (10/7/2021). (Sumber: Antara Foto/Soe Zeya Tun/HP/sa.)

BANGKOK, KOMPAS.TV - Thailand melarang penduduknya melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang di seluruh wilayah dan tengah mempertimbangkan pembatasan yang lebih ketat.

Negara itu sudah menerapkan lockdown sebagian di Bangkok dan sembilan provinsi lain pekan ini, termasuk jam malam.

Gugus tugas Covid-19 Thailand melaporkan 10.082 kasus baru dengan 141 kematian, sehingga totalnya menjadi 391.989 kasus dan 3.240 kematian sejak awal pandemi.

Larangan berkumpul telah diberlakukan dengan sanksi maksimal dua tahun penjara atau denda 40.000 baht (sekitar Rp17,7 juta) atau dua-duanya, menurut pengumuman Royal Gazette yang disiarkan Jumat.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengatakan pemerintah tengah mempertimbangkan pembatasan lebih ketat untuk menghadapi wabah Covid-19 terburuk yang dipicu varian Alfa dan Delta sejak awal April itu.

"Ada kebutuhan untuk memperluas aturan yang membatasi pergerakan orang sebanyak mungkin dan menutup lebih banyak fasilitas di luar sektor esensial," kata Prayuth lewat halaman resminya di Facebook, Jumat.

Wilayah yang dianggap berisiko tinggi di Thailand telah menerapkan pembatasan paling ketat dalam setahun terakhir sejak Senin, melalui pembatasan pergerakan dan pengumpulan massa, penutupan mal dan tempat bisnis, dan pemberlakuan jam malam pukul 21.00-04.00.

Baca Juga: Thailand Gabungkan Vaksin Covid-19 untuk Warganya: Suntikan Pertama Sinovac, Kedua AstraZeneca

Sebuah panel pemerintah Thailand merekomendasikan tenaga kesehatan mereka mendapat suntikan vaksin penguat atau booster, menyusul ratusan tenaga kesehatan yang masih tertular virus corona walau sudah dua kali disuntik vaksin sinovac (Sumber: Straits Times via EPA-EFE)

Sebelumnya, pemerintah Thailand menerapkan kebijakan jam malam di sebagian besar wilayah Thailand, 

Militer Thailand bersinergi dengan kepolisian dan personel pemerintah lainnya dalam menerapkan jam malam selama 14 hari di Bangkok serta sembilan provinsi.

Demikian disampaikan Komandan Tertinggi Chalermpol Srisawat pada Minggu (11/7/2021) seperti dilansir Xinhua, Senin (12/7/2021).

Para personel militer ambil bagian dalam penerapan jam malam yang mulai berlaku pada Senin (12/7/2021) antara pukul 21.00 hingga 04.00 waktu setempat.

Hal ini sebagai bagian dari pengetatan langkah untuk memerangi lonjakan kasus Covid-19, kata Chalermpol dalam konferensi pers.

"Hampir 150 pos pemeriksaan didirikan di jalanan Bangkok dan provinsi-provinsi di sekitarnya serta empat provinsi di wilayah selatan untuk membatasi perjalanan darat selama penerapan jam malam," ujarnya.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV/Antara


TERBARU